Selasa, 28 Juni 2022
Peristiwa Daerah

Korban Dibacok Karena Salah Sasaran, Tragedi Diawali Cekcok Antar Pengamen

profile
Rochul

26 Mei 2022 22:38

445 dilihat
Korban Dibacok Karena Salah Sasaran, Tragedi Diawali Cekcok Antar Pengamen
Korban saat terkapar di jalan dekat stasiun Jember. (SJP)

JEMBER - Kasus pembacokan di sekitar Jalan Anggrek Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang. Tepatnya depan Cafe Marijo, Rabu malam 25 Mei 2022 lalu, menyebabkan korban bernama Sunarto (41) mengalami luka sabetan pedang pada bagian leher belakang. 

Berdasarkan KTP miliknya, korban beralamat di Jalan Letjen Panjaitan XII, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari itu. Harus mendapat perawatan intensif di RSUD dr. Soebandi.

Terkait kasus tersebut, Tim Kalong Satreskrim Polres Jember berhasil meringkus dua orang pelaku yang sempat kabur ditengah hutan.

Dua terduga pelaku bernama Guntur Edika Pratama (25) warga Perum Sumbersari Permai 1, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari; dan Edo Febriansyah (26) warga Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Tegal besar, Kecamatan Kaliwates.

"Untuk terduga pelaku dua orang itu, Alhamdulillah kurang dari 24 jam berhasil kami ringkus, di sekitar wilayah hutan, kalau tidak salah namanya Perkebunan Durjo, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi," kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hardiyan Wiratama, Kamis (26/5/2022) malam.

Terkait motif sementara dari kejadian pembacokan tersebut, diawali dari percekcokan antara kedua pelaku dengan pengamen angklung di sekitar simpang empat SMPN 2 Jember.

"Sebelum kejadian pembacokan, dua pelaku ini adalah pengamen badut di sekitar Simpang Empat SMPN 2 Jember. Mereka berselisih paham dengan pengamen angklung yang biasa mangkal di lokasi yang sama," ungkapnya.

"Nah saat cekcok, diduga karena perebutan wilayah tempat ngamen. Pelaku ini melihat pengamen angklung mengeluarkan senjata tajam. Akhirnya kedua pelaku pulang dengan maksud mengambil senjata tajam sebilah pedang itu," ujarnya.

Saat kembali ke lokasi, kata Dika, kedua pelaku mencari pengamen angklung itu. Yang sudah tidak ada di sekitar simpang empat SMPN 2 Jember.

"Saat sedang mencari pengamen angklung itu, di sekitar lokasi kejadian. Korban yang diketahui mengalami stres menurut keterangan saksi. Berpapasan dengan kedua pelaku. Korban tiba-tiba marah kepada kedua pelaku saat itu, dan terjadi percekcokan," ulasnya.

"Karena emosi saat itu, kedua pelaku sedang mencari pengamen angklung. Kemarahannya ditujukan kepada korban. Dari percekcokan itu, salah satu pelaku menyabetkan sajam (senjata tajam) pedang ke tubuh korban, pada bagian kepala, leher,  punggung, dan tangan," sambungnya menjelaskan.

Korban pun berusaha melawan, lanjutnya, lari ke seberang jalan mengambil balok kayu dari lokasi bangunan yang berada di seberang jalan.

"Kedua pelaku kabur dengan naik motor beat. Sementara korban berlari ke arah utara sampai kemudian ambruk di depan pintu masuk parkir Stasiun Jember, yang selanjutnya dibawa ke rumah sakit itu," katanya.

Menurut Dika, apa yang dialami korban adalah karena salah sasaran.

"Jadi korban salah sasaran pelaku. Sampai harus mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit," ucapnya.

Namun demikian, lanjutnya, polisi masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut.

"Karena kami masih mendalami keterangan dari kedua pelaku, dan juga mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi lainnya di sekitar lokasi kejadian," terangnya.(Lum)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Korban Dibacok Karena Salah Sasaran, Tragedi Diawali Cekcok Antar Pengamen

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT