Rabu, 30 November 2022
Peristiwa Daerah

Letusan Gunung Raung Banyuwangi dan Pengaruhnya Terhadap Kekacauan Global di Abad 16

profile
Ikhwan

14 Oktober 2022 21:20

531 dilihat
Letusan Gunung Raung Banyuwangi dan Pengaruhnya Terhadap Kekacauan Global di Abad 16
Erupsi Gunung Raung (arsip Suara.com)

BANYUWANGI - Gunung Raung adalah  salah satu gunung api aktif yang terletak di Pulau Jawa. Secara administratif kawasan gunung ini termasuk dalam wilayah tiga kabupaten di daerah Besuki, Jawa Timur, yaitu Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember. 

Gunung yang memiliki ketinggian 3.332 meter diatas permukaan laut (mdpl) cukup terkenal dikalangan pendaki karena jalurnya yang tergolong ekstrim dan menantang.  

Selain itu dilereng-lereng gunung jenis stratovolcano menjadi ladang penghidupan bagi para petani kopi dan tanaman perkebunan lain di 3 kabupaten tersebut. 

Namun siapa sangka dibalik kegagahannya, gunung berapi yang  memiliki kaldera berukuran sekitar 2 km dengan kedalaman mencapai 500 meter ini pernah mencatatkan sejarah kelam bagi peradaban dunia. 

Ketua Harian Ijen Geopark Banyuwangi, Abdillah Baraas mengatakan catatan kelam itu pada abad 16 tepatnya pada tahun 1593. 

Saat itu gunung api yang diperkirakan berumur 30 ribu tahun ini meletus dahsyat.
Dilaporkan ada ratusan jiwa yang tewas terkena imbas letusan gunung raung. 

Bahkan, Selama 8 hari 8 malam langit dibeberapa daerah lingkar cincin Raung 
gelap gulita karena tertutup abu vulkanik.  

Tak hanya itu efek letusan gunung raung berkepanjangan hingga dampaknya terasa pada sejumlah negara di dunia. 

"Pasca letusan Raung di tahun 1593, selama tiga tahun dunia mengalami pendinginan global. Sungai di Inggris membeku. Rusia mengalami gagal panen gandum karena cahaya matahari tidak bersinar secara maksimal di wilayah itu," kata Abdillah, Jumat (14/10/2022). 

Abdillah menyebut potensi peristiwa tragis itu terulang, masih kemungkinan bisa terjadi kembali. Gunung memiliki siklus letusan yang tidak dapat dihindari. 

"Kita bisa mengkur trend kejadiannya, dari sisi gejalanya itu bisa dirata-rata. Gunung raung sudah ada yang meriset siklus pendeknya 2 hingga 2,5 tahun. Sementara siklus panjangnnya 50 hingga 100 tahun," bebernya. 

Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengatakan di balik keindahan alamnya,  Banyuwangi merupakan kawasan etalase bencana. 

Patut disadari bahwa keindahan alam dan potensi bencana bak dua sisi koin yang tidak dapat dipisahkan. 

"Alam indah itu terbentuk karena faktor geologi. Jadi ya menjadi satu paket.
Dari sisi geologi, Banyuwangi adalah etalase bencana. Jadi, semua potensi bencana itu disini ada," bebernya. 

Selain gunung api meletus, berbagai potensi bencana di Banyuwangi diantaranya gempa bumi,  tsunami, likuifaksi, hingga bencana hidrometeorologi. 

Mengapa begitu kompleks? Abdilah beralasan letak Banyuwangi dekat dengan dua lempeng besar yakni Lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia.  

"Di era sekarang ini, hanya segelintir orang yang paham dengan potensi bencana yang kita miliki. Padahal kita hidup di daerah yang punya etalase bencana. Oleh karena itu kita melakukan edukasi yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat sehingga paham dengan kebencanaan serta upaya mitigasi bencana yang harus dilakukan," tandasnya. 

Publisher : Syahrul

Tags
Anda Sedang Membaca:

Letusan Gunung Raung Banyuwangi dan Pengaruhnya Terhadap Kekacauan Global di Abad 16

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT