Senin, 27 Juni 2022
Peristiwa Daerah

Lima Tuntunan Dilontarkan Dalam Aksi Puluhan Petani di Jember

profile
Rochul

23 Juni 2022 22:37

401 dilihat
Lima Tuntunan Dilontarkan Dalam Aksi Puluhan Petani di Jember
Unjuk Rasa petani di kabupaten Jember. (SJP)

JEMBER - Puluhan petani yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember. Menggelar aksi unras di depan Pendapa Wahyawibawagraha, Kecamatan Patrang, Jember, Kamis (23/6/2022).

Kurang lebih 30 petani itu melakukan aksi unjuk rasa, menyampaikan lima poin tuntutan kepada Presiden RI.

Ketua HKTI Jember Jumantoro saat dikonfirmasi di sela aksi, adanya aksi unjuk rasa itu sebagai bentuk protes petani kepada pemerintah. 

Terlebih terkait kondisi petani saat ini, kata Jumantoro, di tengah perayaan Hari Krida Pertanian masih belum bisa dikatakan baik dan layak.

"Komoditi pertanian di Jember saat ini, seperti jagung, lombok, dan padi, ataupun komoditas lainnya. Dalam kondisi hidup tak mau matipun segan. Jangan bangga lombok mahal, karena banyak petani menderita," kata Jumantoro.


Kondisi pertanian yang tidak sesuai harapan, kata Jumantoro, disebabkan oleh cuaca ekstrem.

"Ditambah kondisi pupuk juga mahal. Bahkan akibatnya banyak hasil pertanian tidak panen," tegasnya.

"Sehingga kami mewakili para petani di Jember, melakukan aksi unjuk rasa ini. Menunjukkan, bahwa sebagai wujud nyata. Petani itu ada," sambungnya.

Dalam aksi unjuk rasa itu, lanjutnya, para petani di Jember bermaksud untuk menyampaikan tuntutan kepada Presiden RI. Disampaikan dan dapatnya diteruskan oleh Bupati Jember.

"Lewat aksi ini, kami menuntut 5 hal dan berharap aspirasi ini diteruskan bupati kepada Presiden RI. Lewat surat aspirasi. Pertama itu, revisi HPP gabah yang kami nilai sudah tidak relevan. Karena sudah lebih 5 tahun harga gabah seperti itu," sebutnya.

Lanjut pria yang juga petani asal Desa Jelbuk ini, tuntutan kedua adalah jangan cabut pupuk subsidi. 

"Tolak (aturan) pencabutan pupuk subsidi. Petani belum mampu membeli pupuk non subsidi yang harganya selangit. Ketiga, berikan jaminan harga (komoditi pertanian) yang menguntungkan buat petani. Karena petani sekarang buntung, bukannya untung," ujarnya.

Keempat, kata Jumantoro, diharapkan pemerintah memperhatikan tata niaga yang baik dan benar buat petani. Sehingga petani tidak rugi.

"Kelima, bagaimana pemerintah serius mengatasi penyakit yang namanya PMK itu. Kenapa? Karena tahun ini tahun menderita. Terlebih lagi akibat PMK itu, peternak juga merugi. Apa korelasinya? Petani juga punya ternak. Dikala petani gagal panen, harapan satu-satunya menjual ternak. Tapi ternak kondisinya juga malah tidak laku, bahkan sampai ditawar murah," tegasnya.

Lebih lanjut Jumantoro mengatakan, dengan tuntutan yang disampaikan itu. Diharapkan ada perhatian serius dari pemerintah.

"Tuntutan ini yang kami sampaikan. Sengaja saat momen Hari Krida ini. Kami harap pemerintah tidak tutup mata. Kami inginkan pemerintah lebih peduli. Ingat penyangga tatanan republik ini adalah petani," tandasnya.

Terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi, Wabup Jember, Muhammad Balya Firjaun Barlaman mengatakan, adanya aspirasi yang disampaikan para petani adalah bentuk ikhtiar dari petani untuk mendapatkan haknya yang layak.

"Sehingga kami mewakili pemerintah daerah, akan meneruskan amanah ini. Karena benar seperti yang disampaikan. Pertanian adalah peyangga negara kita, dan dari petani ini kita mendapatkan makanan untuk sehari-hari," ujarnya.

Terkait aksi, Kapolres Jember AKBP Hary Purnomo memimpin langsung aksi yang dilakukan puluhan petani itu.

"Kami siap mengamankan aksi penyampaian aspirasi dari petani ini. Karena memang dipersilahkan penyampaian aspirasi di muka umum itu," ujarnya. (Lum)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Lima Tuntunan Dilontarkan Dalam Aksi Puluhan Petani di Jember

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT