Sabtu, 10 Desember 2022
Peristiwa Daerah

Miris! Puluhan Ribu Nelayan Di Banyuwangi, Namun Hanya Ratusan yang Sudah Terdaftar Asuransi

profile
Ikhwan

12 Agustus 2021 09:36

719 dilihat
Miris! Puluhan Ribu Nelayan Di Banyuwangi, Namun Hanya Ratusan yang Sudah Terdaftar Asuransi
Nelayan di Banyuwangi

BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Indonesia. Dengan kuantitas tangkapan ikan mencapai 20 ribu ton lebih per tahunnya. Sebagai wilayah dengan kekayan laut melimpah, sebagian besar masyarakat Banyuwangi tercatat berprofesi sebagai nelayan.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan (Disper) Kabupaten Banyuwangi Suryono Bintang Samudera mencatat ada kurang lebih 26 ribu warga Banyuwangi yang memilih mencari pundi rupiah dari sektor laut tersebut.

"Total nelayan di Banyuwangi ada 26 ribu lebih. Baik itu nelayan tetap maupun nelayan musiman," kata Suryono sapaan akrabnya, Kamis (12/8/2021).

Dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam menjadi payung hukum mengingat profesi nelayan menjadi salah satu profesi dengan tingkat risiko cukup tinggi terjadinya kecelakaan, cacat hingga meninggal dunia. Oleh karena itu, perlindungan asuransi bagi nelayan seharusnya menjadi sebuah kebutuhan yang mendasar.

Akan tetapi, Suryono menyebut, hal itu masih belum benar-benar disadari oleh masyarakat nelayan di Banyuwangi. Tercatat dari puluhan ribu nelayan di Bumi Blambangan hanya ratusan  yang masih terdaftar dalam jaminan asuransi.

"Belum semua, kalau angka persisnya saya kurang tau. Tapi kemungkinan sudah ada lebih dari 100 yang ikut asuransi mandiri," ujarnya.

Dia menyebut, ketidak ikutsertaan nelayan dalam asuransi juga sedikit menyulitkan langkah pemerintah dalam membantu nelayan sewaktu terjadi musibah.

"Seperti kemarin waktu ada kecelakaan laut yang baru-baru saja terjadi, kita tidak bisa berbuat apa-apa karena memang korban sendiri tidak ikut asuransi," pungkasnya.

Suryono menyebut ketika seseorang bekerja disebuah perusahaan, asuransi menjadi sebuah hal yang wajib diberikan kepada pekerja dalam hal ini nelayan.

"Kalau sifatnya yang sudah sepuluh gross ton (GT), itu kan sifatnya sudah kapal besar kan, kalau menurut penjelasan dari Pelindo III, tapi kalau dari Dinas Perikanan kapal besar itu diatas lima gross ton (GT). Kapal besar kan pasti punya ABK (anak buah kapal), nah ABK ini menjadi tanggung jawab pemilik kapal. Wajib itu hukumnya menurut undang-undang ketenagakerjaan," tegasnya.

"Bahkan tidak hanya perusahaan kalau semisal nelayan itu bekerja ikut perseorangan atau biasanya disebut juragan laut kalau punya ABK ya itu juga wajib mendaftarkan asuransi. Bila tidak melaksanakan kewajiban tersebut tentunya akan dikenai hukuman sesuai undang-undang yang berlaku," sambungnya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Miris! Puluhan Ribu Nelayan Di Banyuwangi, Namun Hanya Ratusan yang Sudah Terdaftar Asuransi

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT