Kamis, 02 Februari 2023
Peristiwa Daerah

Pembunuhan Siswi Hamil, Keluarga Akui Tidak Tahu Soal Kehamilan Korban

profile
Rochul

06 Januari 2023 13:31

1.6k dilihat
Pembunuhan Siswi Hamil, Keluarga Akui Tidak Tahu Soal Kehamilan Korban
Kapolres Jember bersama Jajaran saat datang kerumah korban aniaya berat dan berikan santunan. (SJP)

KABUPATEN JEMBER – Kasus pembunuhan remaja perempuan usia kurang lebih 16 tahun berinisial AR, warga Kecamatan Gumukmas, Jember, Kamis 29 Desember 2022 lalu terungkap. 

Dari hasil penyelidikan Satreskrim Polres Jember, pelaku pembunuhan diduga adalah mantan pacar korban sendiri.

Pelaku diketahui bernama Rizki Aji (22) notabene dikenal juga masih tetangga dekat satu desa dengan korban dan berjarak hanya 200 meter.

Terkait kehamilan korban, pihak keluarga mengaku tidak tahu. Pasalnya korban dikenal tertutup, dan lebih banyak mengurung diri di kamar. Terlebih setelah ini korban baru saja wafat.

“Dengan kasus ini, kami dari pihak keluarga korban pasrah sepenuhnya kepada kepolisian. Tentang perkara kasus yang menimpa di keluarga kami,” kata Paman Korban Ahmad Zuhri saat dikonfirmasi di rumahnya, Jum'at (6/1/2022).

Ditanya tentang keseharian korban, lanjut Zuhri, remaja putri pasangan Rosidi dan Rosmiati itu, dikenal sebagai remaja perempuan yang penurut dan setiap keluar rumah selalu berpamitan dengan keluarga.

“Sehari-hari korban ini dikenal baik, tidak nakal sama sekali. Karena anak ini tidak suka keluaran, kalau pulang sekolah langsung pulang. Kalau ada kepentingan apa (keluar rumah) pasti pamit. Kalau tidak ada saya, biasanya ke emaknya (nenek korban),” kata Zuhri.

Lebih lanjut Zuhri menyampaikan, terkait kehamilan yang dialami korban. Pihak keluarga mengaku tidak ada yang tahu.

“Korban ini anak tunggal. Ibunya sudah meninggal, besok ini mau Seribu harinya. Ayah kandungnya tidak peduli dengan korban," kata dia.

Zuhri mengatakan, selama ini justru Syaiful, ayah tiri korban yang saat ini kerja sebagai TKI di Malaysia. Selalu memberi uang dan memberikan biaya hidup.

"Korban ini memang sering mengurung diri di kamar, akhir-akhir inilah (sebelum kejadian pembunuhan). Memang kami merasa aneh. Anak ini lebih banyak diam di rumah,” ungkapnya.

Terkait hubungan asmara antara korban dengan terduga pelaku pembunuhan. Lebih lanjut Zuhri menyampaikan, pihak keluarga mengetahui kedekatan layaknya sepasang kekasih.

“Sebelumnya memang punya hubungan seperti anak muda pada umumnya, ya pacaran itu. Tapi sempat putus, ceritanya saya tahu dari teman-teman korban. Jadi mungkin ada hubungan, terus putus nyambung itu,” katanya.

Kemudian soal kejadian pembunuhan yang dialami korban, lebih jauh Zuhri menjelaskan, pihak keluarga tidak menduga jika terjadi kejadian berdarah dan membuat keponakanya meninggal dunia.

“Awalnya waktu mau keluar itu, korban ceritanya ingin menemui. Ngomongnya kan cuma sebentar, selepas magrib itu pamit mau menemui si Rizki. Dia pamitnya ke Mbahnya. Lah setelah satu jam kok gak datang-datang, akhirnya HPnya korban ditelpon, tapi sudah tidak aktif nomernya,” kata Zuhri bercerita.

Selanjutnya, informasi dari masyarakat sekitar jika ada kejadian pembegalan. Karena diduga yang menjadi korban pembegalan adalah keponakannya, Zuhri dan keluarga menuju puskesmas.

Namun demikian, pihak keluarga menyerahkan proses hukum kepada polisi. "Apapun hasilnya soal kasus ini kami pasrah kepada pihak kepolisian,” pungkasnya.

Terpisah, sebagai bentuk empati kepada keluarga korban. Diketahui Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo, bersama Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hadiyan Widya Wiratama, juga anggota Satreskrim Polres Jember mengunjungi rumah korban.

“Ini kami datang ke rumah korban pembunuhan kemarin, dengan maksud sedikit memberikan tali asih kepada keluarga yang ditinggalkan. Mengingat saat ini untuk orang tua dari korban bekerja menjadi seorang TKI di Malaysia dan belum bisa pulang ke Indonesia,” kata Hery.

Pihaknya juga mengimbau dan bermaksud meredam suasana yang dialami keluarga korban. Mengingat antara korban dan terduga pelaku masih tetangga dekat.

“Kami mengimbau juga kepada pihak keluarga korban untuk menerima kondisi saat ini. Tidak membuat masalah yang baru lagi terutama kepada pihak keluarga tersangka. Mengingat jarak rumahnya tidak jauh, hanya sekitar 200 meter saja,” ucapnya.

Lebih lanjut, saat ini tersangka menjalani proses hukum di Polres Jember, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Saya harapkan tidak ada lagi permusuhan atau masalah lain yang bisa berkembang. Perkembangan kasus saat ini, kami masih memenuhi pemberkasan, juga melengkapi pemeriksaan terhadap saksi," tegas kapolres.

Sebagai informasi, tim Inafis Polres Jember meneruskan dari hasil (pemeriksaan tubuh korban) di rumah sakit. Setelah itu pemberkasan dan akan dikirimkan ke kejaksaan untuk tahap satu. (Ulum)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Pembunuhan Siswi Hamil, Keluarga Akui Tidak Tahu Soal Kehamilan Korban

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT