Jumat, 03 Februari 2023
Peristiwa Daerah

Aktivitas Vulkanik Gunung Ijen Meningkat, Wisata dan Penambangan Tak Terganggu

profile
Ikhwan

07 Januari 2023 20:43

1.3k dilihat
Aktivitas Vulkanik Gunung Ijen Meningkat, Wisata dan Penambangan Tak Terganggu
Gunung Ijen.

BANYUWANGI - Aktivitas wisata dan penambangan belerang di Gunung Api Ijen masih berlangsung normal.  

Kendati saat ini masih terjadi peningkatan aktivitas vulkanik di gunung yang menjadi batas dua kabupaten, Banyuwangi dan Bondowoso tersebut. 

Kepala Seksi Konservasi BKSDA Wilayah V Banyuwangi Purwantono, mengatakan merujuk pada rilis resmi nomor : 1.E/GL.03/BGV/2023 tertanggal 6 Januari 2023 yang diterbitkan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, status Gunung Api Ijen masih berada di level I normal. 

"Sehingga aktivitas wisata masih dibuka normal seperti biasa," kata Purwantono saat dikonfirmasi, Sabtu (7/1/2023). 

Tidak hanya wisata, kata dia, aktivitas penambangan belerang pun juga masih berlangsung normal. Para penambang masih bisa turun ke kawah untuk mengambil belerang. 

"Jadi tidak dihentikan, aktivitas masih normal," tegasnya. 

Meski begitu, Purwantono menyebut ada beberapa larangan yang harus dipatuhi wisatawan. Untuk keselemasatan wisatawan diminta menjauhi kawah dengan jarak radius minimal 500 meter.  

Wisatawan juga diimbau tetap memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Ijen. 

"Rekomendasi sesuai surat itu sudah kami sosialisasi dan kami sampaikan kepada pengunjung," ujarnya. 

Sebagai informasi, aktivitas vulkanik Gunung Ijen terpantau terjadi sejak 1 Januari 2023.  

Peningkatan aktivitas itu disampaikan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, melalui rilis resmi nomer : 1.E/GL.03/BGV/2023 tertanggal 6 Januari 2023. 

Dalam surat tersebut disebutkan, peningkatan aktivitas terpantau dari beberapa indikator.  

Pertama terjadi peningkatan suhu air danau kawah dari 16°C pada bulan Desember 2022 menjadi 45.6°C pada tanggal 5 Januari 2023. 

Dipantau secara visual dan intrumental dari PPGA Ijen yang berada di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, juga terlihat kepulan asap berwarna putih tipis dengan tinggi sekitar 50 – 200 meter di atas puncak. 

Kemudian kegempaan gunung. Gempa Vulkanik Dangkal terekam sebanyak 82 kali dan Gempa Hembusan yang terekam sebanyak 32 kali.  

Beberapa bahaya yang patut diwaspadai adalah munculnya gas-gas vulkanik konsentrasi tinggi di sekitar kawah. 

Selanjutnya, adalah erupsi freatik berupa semburan gas dari danau kawah. Erupsi freatik bisa terjadi tanpa didahului oleh peningkatan aktivitas, baik visual maupun kegempaan. 

Diimbau, agar masyarakat atau wisatawan untuk tidak mendekati bibir kawah maupun turun dan mendekati dasar kawah Gunung Ijen. 

Badan Geologi juga merekomendasikan kepada para pengunjung untuk tidak menginap di kawasan Gunung Ijen dalam radius 500 meter dari puncak kawah. Masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Banyu Pait, diminta waspada terhadap potensi ancaman aliran gas vulkanik yang berbahaya, dan tetap memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Ijen. 

Jika tercium bau gas sulfur atau belerang yang menyengat, Badan Geologi juga meminta kepada masyarakat untuk memakai masker penutup alat pernapasan.  

Untuk jangka pendek atau darurat, masyarakat dapat menggunakan kain basah sebagai penutup alat pernapasan, baik hidung maupun mulut. (Ikhwan)

Editor: Vebriansyah

Tags
Anda Sedang Membaca:

Aktivitas Vulkanik Gunung Ijen Meningkat, Wisata dan Penambangan Tak Terganggu

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT