Selasa, 28 Juni 2022
Peristiwa Daerah

Peternak Sapi di Nganjuk, Cemas, Penyakit PMK Berdampak Pada Harga Jual Hewan

profile
Iskandar

03 Juni 2022 19:03

403 dilihat
Peternak Sapi di Nganjuk, Cemas, Penyakit PMK Berdampak Pada Harga Jual Hewan
Saat Pasar Sapi di Kelurahan Kendodong di tutup. (SJP)

NGANJUK – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing dan babi menjadi keresahan peternak akan harga jual hewan.

Beberapa hari lalu, Menteri Kesehatan Syahrul Yasin Limpo memastikan bahwa secara klinis tidak berbahaya bagi manusia, namun dampak ekonomi menjadi persoalan baru.

Kekhawatiran itu sebagaimana yang dirasakan oleh salah seorang peternak sapi, Katno asal Desa Kutorejo, mengatakan, dengan adanya penyebaran wabah PMK, ia khawatir akan berdampak pada harga jual sapi. 

Katno mengaku cemas dengan wabah PMK karena saat ini dirinya dan peternak sapi lainnya sedang mempersiapkan sapi untuk hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha nanti.

"Kami khawatir wabah PMK berdampak pada harga jual sapi, bagaimana gak khawatir kan gak lama Hari Raya Qurban, biasanya di Hari Raya Qurban kami panen hasil ternak kami," kata Katno, Jumat (3/06/2022).

Terbaru, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Nganjuk mencatat masih ada sapi di diduga terjangkit PMK di beberapa kecamatan. 

Akan tetapi untuk memastikannya, Dinas Kesehatan masih menunggu hasil uji laboratorium. Kepala Disnakeswan Nganjuk, Yudi belum bisa dihubungi, bahkan whatshapp wartawan tidak di balas.

Semantara itu, Plt Bupati Nganjuk, Marhen Djumadi, ketika dihubungi wartawan, mengatakan, akan melakukan koordinasi dengan seluruh OPD dan Camat termasuk juga Kepala Desa untuk melakukan pendataan yang valid dan terukur, seberapa banyak jumlah ternak yang sakit dan yang sehat. (ISK)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Peternak Sapi di Nganjuk, Cemas, Penyakit PMK Berdampak Pada Harga Jual Hewan

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT