Senin, 27 Juni 2022
Peristiwa Daerah

PMK Terdeteksi di Banyuwangi, Peternak Sapi Tingkatkan Kewaspadaan 

profile
Ikhwan

04 Juni 2022 18:27

357 dilihat
PMK Terdeteksi di Banyuwangi, Peternak Sapi Tingkatkan Kewaspadaan 

BANYUWANGI – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terdeteksi menyerang sejumlah ternak yang ada di Banyuwangi. 

Dari data Dinas Pertanian dan Pangan setempat sedikitnya ada 39 ekor sapi yang terpapar penyakit tersebut.

Kabar tersebut pun membuat peternak di Banyuwangi diliputi kekhawatiran. Hal itu disampaikan peternak asal Tegaldlimo, Usman Afandi.

Semenjak santer tersiar kabar temuan kasus di Banyuwangi, Usman mengaku lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan.

"Jelas ada kekhawatiran, sehingga kami juga meningkatkan kewaspadaan," kata dia, Sabtu (4/6/2022).

Salah satu bentuk upaya yang kini ia lakukan adalah dengan rutin melakukan sterilisasi kandang. 

Penambahan asupan makanan agar ternak tetap vit. Untuk rumput, ia pun kini hanya mengambil di lingkungan sekitarnya saja.

Termasuk ia juga melarang orang asing untuk masuk ke area kandang ternak miliknya.

"Mendekati momen Idul Adha banyak yang sudah datang untuk melihat ternak kami. Sementara ini kami tidak izinkan dulu. Ketika ada yang ingin tahu hanya kami tunjukkan video dan foto kondisi sapi secara lengkap," ujarnya.

Ia pun berharap saat ini pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah strategis untuk pencegahan dan penanganannya. 

Seperti melarang ternak dari luar daerah untuk masuk ke Banyuwangi.

Ketika ada peternak yang masih bandel memasukan ternak dari luar daerah ke Banyuwangi, Usman meminta Pemda harus mengambil tindakan tegas.

"Pemerintah harus tegas mengambil tindakan, karena kan ini imbasnya juga ke peternak lain. Jadi stop pembelian ternak dari luar," tandasnya.

Sementara itu Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veterine, Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, drh Nanang Sugiharto mengatakan gejala klinis ternak terjangkit PMK telah ditemukan di Banyuwangi sejak beberapa hari lalu.

Ada 39 ekor sapi yang terjangkit PMK. Kasus tersebar di 9 kecamatan diantaranya Kecamatan Siliragung sebanyak 11 ekor, Kecamatan Purwoharjo sebanyak 2 ekor, Kecamatan Tegalsari sebanyak 9 ekor, Kecamatan Singojuruh 1 ekor, Kecamatan Sempu 4 ekor, Kecamatan Songgon 2 ekor, Kecamatan Licin sebanyak 6 ekor, Kecamatan Banyuwangi kota 1 ekor dan Kecamatan Kalipuro sebanyak 3 ekor. 

Temuan itu kemudian ditindaklanjuti oleh petugas surveilans dimana sapi bergejala PMK diperiksa dan dilakukan langkah-langkah pencegahan agar PMK tidak semakin meluas.

"Kita isosalasi kandang disterilkan, jadi sapi diam di kandang lah. Di wilayah sapi yang terjangkit juga dilakukan pembatasan, tidak boleh ada sapi yang keluar dan tidak boleh ada yang masuk," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah mengatakan, pihaknya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) PMK untuk mencegah penyebarannya, terutama menjelang Idul Adha.

"Kemarin sudah kita bentuk satgas per kecamatan, untuk identifikasi hewan yang terjangkit. Bagi ternak yang terkena PMK, kami minta harus di lockdown," tegas Sugirah.

Upaya pencegahan PMK agar tidak semakin meluas, juga gencar dilakukan Pemkab Banyuwangi. Dalam hal ini menutup lalu lintas ternak dari luar daerah.

"Lalu lintas ternak di pintu masuk kita jaga ketat. Terakhir ada hewan ternak dari Bali yang hendak dikirim ke luar daerah melewati Banyuwangi kita kembalikan," tutur Sugirah.

Selain itu, sosialisasi pencegahan juga gencar dilakukan kepada peternak dan pasar-pasar hewan yang ada di Banyuwangi.

"Kami himbau kepada peternak, agar lebih hati-hati, jaga kebersihan kandang dan jangan sampai menerima hewan dari luar," pintanya.

Meski PMK sudah masuk ke Banyuwangi, Pemkab masih membuka seluruh pasar hewan yang ada. Namun itu tidak berlaku bagi peternak dari luar daerah.

"Sampai hari ini masih belum ada kebijakan penutupan pasar hewan. Namun antisipasi terus kita jaga," pungkas Sugirah. (Ikhwan)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

PMK Terdeteksi di Banyuwangi, Peternak Sapi Tingkatkan Kewaspadaan 

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT