Kamis, 30 Juni 2022
Peristiwa Daerah

Polemik Sumbangan Penerangan Jalan Terurai, Begini Penjelasan RT Desa Lojejer

profile
Rochul

21 Mei 2022 20:03

482 dilihat
Polemik Sumbangan Penerangan Jalan Terurai, Begini Penjelasan RT Desa Lojejer
Salah satu RT yang berada di Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan. (Rochul/SJP)

JEMBER — Rumor pemotongan dana bantuan pedagang kaki lima warung dan nelayan,(BTPKWLN) di Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan Jember dari pemerintah yang disalurkan oleh Polri akhirnya terurai.

Dari beberapa narasumber dan Ketua RT di desa tersebut akhirnya angkat bicara dan menjelaskan dengan gamblang yang terjadi. Sekaligus pencetus idenya.


Bantuan sebesar Rp600 ribu yang diterima kurang lebih 2.200 ribu warga dari tiga dusun yaitu Dusun Sulakdoro, Krajan dan juga Kepel pada tanggal 13-14 Mei 2022 diterima utuh.

Kemudian  warga dengan sukarela menyumbangkan bantuan yang diterima di aula desa tersebut kepada pihak RT untuk beli alat penerangan jalan di kawasan dusun .

Kerelaan sumbangan itu ide dari warga sendiri yang berinisiatif sebelum bantuan senilai Rp 100 ribu tersebut turun.

Hal tersebut dikuatkan dengan pengakuan beberapa warga nelayan yang mendapat bantuan, terutama warga Dusun Kepel berinisal S- F dan N- H.

Saat ditemui di rumahnya, mereka mengaku memang ingin penerangan jalan di gang masuk rumahnya.

Hal itu karena sampai saat ini penerangan jalan di kawasan tersebut minim dan hampir tidak ada sama sekali.

Maka dari itu, dirinya dan semua warga yang menerima bantuan tersebut mendatangi pihak RT untuk berkonsolidasi dan akhirnya terjadilah kesepakatan tersebut.

Jika ada kekurangan untuk alat penerangan warga berinisiatif untuk meminta kepada pihak desa.

"Jadi bantuan itu bukan dipotong mas, namun sejak awal kami memang sudah berkoordinasi dengan pihak RT, agar jalan desa kami terang," ungkap S- F, Sabtu,(21/5/2022).

"Karena itu akhirnya sama pihak RT diteruskan kepada pihak desa dan desa menyanggupi (menambah dana) jika ada kekurangan nantinya," sambungnya.

Tidak hanya S- F, N- H juga menyebutkan baru kali ini masyarakat mendapat bantuan sehingga dimanfaatkan dengan baik untuk kemajuan desa.

Adapun caranya, patungan beli alat penerangan jalan yang diakomodasi pihak RT.

"Kami ikhlas, karena ini demi kami sendiri dan jalan kami. Jika kurang kami minta pihak desa. Tidak hanya di gang kami, namun di Krajan dan Sulakdoro juga sama. Jadi semua bersatu padu untuk penerangan jalan," terang N- H.

Beberapa Ketua RT yang berhasil dikonfirmasi salah satunya S-Y, RT/ RW 08/03, Dusun Krajan dan juga A- N, asal RT/ RW yang juga mengungkapkan dengan detail.

Pernyataan mereka berdua sama dengan warga Dusun Kepel yang intinya ingin penerangan jalan sehingga sepakat dan rela menyerahkan bantuan.

"Kami hanya mengakomodasi mas. Ide itu asli dari masyarakat yang menerima bantuan. Jika itu jadi polemik kami siap kok mengembalikan uang pada mereka," ucapnya.

"Saya juga menyampaikan jika ada kekurangan pembelian alat penerangan, warga minta bantuan kades. Saya sudah lakukan dan pak kades mau bantu jika ada kekurangan," kata S-Y salah satu RT.

Tidak hanya S-Y, hal serupa juga dikatakan A- N salah satu RT di dusun yang sama. Di wilayah ini ada 18 warga yang dapat bantuan, dan semua sama ingin penerangan jalan dan ide seperti itu.

Kepala Desa Lojejer, Moh Sholeh SH yang berhasil dikonfirmasi via ponsel menjabarkan ide itu memang masyarakat yang meminta dan disampaikan ke RT dan RW.

"Lalu kami panggil semua dan akhirnya hal itu diakomodasi mereka sendiri. Mereka juga meminta bantuan dari desa jika ada kekurangan membeli bahan buat penerangan," ujarnya.

"Ide tersebut saya amini karena demi kebersamaan dan kemajuan desa bersama, dan mereka sudah berkumpul di desa," sambungnya.

Ditambahkan Sholeh, jadi isu dan rumor pemotongan bantuan itu tidak benar. Masyarakat suka rela memberi dan itu sudah berkoordinasi dengan RT bukan dengan kepala desa.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Polemik Sumbangan Penerangan Jalan Terurai, Begini Penjelasan RT Desa Lojejer

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT