Rabu, 17 Agustus 2022
Peristiwa Daerah

Puluhan Warga Bondowoso Desak Kejari Usut Dugaan Penyelewengan Program KUBE

profile
Doi

30 Mei 2022 18:30

697 dilihat
Puluhan Warga Bondowoso Desak Kejari Usut Dugaan Penyelewengan Program KUBE
Perwakilan masyarakat diterima Kajari Bondowoso. (SJP)

BONDOWOSO - Puluhan warga Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso meluruk kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Senin (30/5/2022).

Para demonstran menuntut agar Kejari mengusut tuntas dugaan penyelewengan dana program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang dilakukan oleh oknum Pemdes tahun 2020 lalu.

Bantuan KUBE merupakan program dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) untuk pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Koordinator aksi, Andi Wahyudi menerangkan, ada 25 KUBE di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin yang seharusnya berhak menerima bantuan tersebut.

"Namun warga tidak menerima bantuan itu, sehingga saya ingin agar Kejari mengusut tuntas kasus ini," desaknya.

Andi menegaskan, berdasarkan data yang dihimpun, setiap KUBE terdiri dari 9-10 orang.

"Dimana masing-masing KUBE seharusnya menerima bantuan Rp 20 juta untuk pembelian kambing," ulasnya.

Dengan data itu, masih kata Andi, maka anggaran KUBE untuk Desa Sukorejo mencapai Rp 500 juta.

"Para ketua KUBE di Desa Sukorejo oleh Kepala Desa setempat disuruh untuk membuat kandang," terang dia.

Saat pencairan, lanjut Andi, ketua kelompok mencairkan di bank dengan didampingi oleh perangkat desa setempat bernama Imron. Dugaan penyelewengan terlihat usai proses pencairan tersebut.

Idealnya, Andi menganalisa, dengan bantuan Rp 20 juta, maka setiap kelompok bisa mendapatkan 9-10 ekor kambing.

"Tapi setelah pencairan, setiap kelompok hanya ada yang mendapatkan 2 ekor, 4 ekor, bahkan ada yang cuma dikasih uang Rp 50 ribu sebagai pengganti uang transport," tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinsos dan P3AKB Kabupaten Bondowoso, Anisatul Hamidah membenarkan bahwa kejadian itu di tahun 2020 silam. Saat itu, ia belum menjabat sebagai Kepala Dinsos setempat.

"Karena sudah ditangani APH, maka kami menyerahkan kepada APH," tuturnya.

Lebih lanjut, ketika wartawan mencoba mengonfirmasi di kantor Kejari Bondowoso, petugas keamanan memperkenankan wartawan masuk, asalkan tidak membawa handphone dan alat rekam. Peraturan ini pun ditolak oleh wartawan.

"Kami wartawan bukan mau diskusi, tapi mau konfirmasi. Bagaimana mengonfirmasi jika tidak membawa alat rekam," ucap Shodiq, seorang wartawan.

Kemudian, petugas keamanan tersebut kembali ke dalam. Ia keluar bersama Kasi Pidsus Kejari Wahyu Satrio.
Namun, Wahyu enggan memberikan statement.

"Tapi jika off the record, saya berkenan. Kalau statement resmi, saya tidak berani," katanya.

Tentu hal ini tidak bisa diterima oleh para jurnalis yang membutuhkan statement resmi.
Kepala Kejari Kabupaten Bondowoso Puji Triasmoro lalu keluar dan memberikan statement resmi.

"Kami akan mengusut tuntas kasus ini," janjinya.

Menurut Puji, sebelum adanya aksi, pihaknya sudah menangani perkara ini.

"Kita sudah dalam proses penyelidikan," jawabnya. (awi)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Puluhan Warga Bondowoso Desak Kejari Usut Dugaan Penyelewengan Program KUBE

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT