Rabu, 17 Agustus 2022
Peristiwa Daerah

Tak Terima Anaknya DIcabuli, Orang Tua Lapor Polres Mojokerto

profile
Andy

24 Juni 2022 23:20

492 dilihat
Tak Terima Anaknya DIcabuli, Orang Tua Lapor Polres Mojokerto
Ilustrasi Pelecehan. (SJP)

MOJOKERTO - Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh guru agamanya kembali terjadi di Kabupaten Mojokerto. 

Tak terima anaknya dicabuli, orang tua korban pelecehan guru agama di Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto ini pun melaporkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Mojokerto pada 28 Mei 2022 dengan nomor laporan TBL/B/156/V/2022/SPKT/POLRES MOJOKERTO/POLDA JAWA TIMUR. 

Menurut salah satu orang tua korban, kejadian berawal saat anaknya tidak mau pergi mengaji. Berhari-hari, saat waktunya ngaji anaknya pura-pura tidur. Sampai ia marah kepada anaknya, terungkaplah kalau anaknya dilecehkan. 

"Saat itu anak saya tidak mau keluar kamar, kalau saat mau mengaji pura-pura tidur. Saya marah, ahirnya dia mengaku kalau dilecehkan oleh ustadz D," ungkapnya kepada media ini saat ditemui di rumahnya, Jumat (24/6/2022). 

Diduga pelaku guru agama melakukan aksi bejatnya itu lebih dari delapan tahun. Karena sebelum menikah sudah mulai mengajari ilmu agama. 

"Ya dia sudah lama, pokoknya sebelum menikah sudah menjadi ustadz," ujarnya. 

Sebenarnya, guru agama ini juga sudah berkeluarga dan memiliki dua anak. Namun, perlakuan terhadap santri laki-lakinya dianggap tidak wajar. 

"Sebenarnya, ustadz D sudah menikah dan punya anak, namun pelecehan kepada anak kami ini yang tidak dapat kami terima," ujarnya. 

Penuturan anaknya, guru agama sudah 5 kali melakukan hal tidak senonoh kepada anaknya. Saat itu, siang hari saat jam istirahat. Guru agama tersebut mengajak ke ruangan sekertariat TPQ. Didalam ruangan tersebut guru agama memulai melakukan aksi bejatnya.

"Awalnya, anak saya diminta untuk memijit kaki dan pahanya. Kemudian sang ustadz minta korban untuk mencium pipinya. Setelah itu anaknya saya diminta terlentang. Dan disuruh menonton Video porno di HP ustad D. Sarung dan celana dalam dibuka. Lantas, alat kelaminnya di kocok dan dikulum, hingga keluar sperma," ujarnya. 


Usai melakukan aksi bejatnya, guru agama mengintimidasi agar jangan menceritakan kepada siapapun. Guru agama juga meminta agar selalu melakukan mastrubasi dirumahnya. 

Menurut pengakuan anaknya, agama merasa lega dan bahagia saat ia berhasil mengeluarkan sperma santrinya. Ia  juga pernah menggigit alat kelamin anaknya. 

Orang tua anak B, mengatakan anaknya sudah lama mengaji di tempat guru agama bekerja. Modusnya hampir sama, disuruh pijet, disuruh menonton video porno. Kemudian, korban di mastrubasi hingga keluar sperma. 

"Ketika dikonfirmasi ke ustadz D, ia mengaku akan memberikan ilmu fiqih akil baliq. Dengan cara memasturbasi anak saya," tutur orang tua B geram. 

Menurut penuturan korban B, guru agama akan mengajarkan cara bersuci akil baliq. Ia belum sah akilbaliqnya kalau belum onani. 

"Kata ustadz D, anaknya diajari cara bersuci tentang akil baliq, dengan cari di keluarkan spermanya," tutur Z. 

Ia berkeyakinan, masih banyak anak-anak di desanya yang menjadi korban guru ngaji. Namun, mereka tidak berani bersuara. 

"Kami berkeyakinan masih banyak anak-anak yang menjadi korban," Imbuhnya. 

Ia berharap pelaku dihukum yang seberat-beratnya. Ia juga meminta kepolisian untuk segera menangkapnya. 

"Kami khawatir akan terus banyak korban berjatuhan lagi. Kami minta aparat penegak hukum segera menangkap orang ini," tutupnya. 

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Gondam belum dapat di konfirmasi, di WA belum membalas dan telepon juga tidak diangkat. (Andy)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Tak Terima Anaknya DIcabuli, Orang Tua Lapor Polres Mojokerto

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT