Selasa, 27 September 2022
Peristiwa Daerah

Tolak Kenaikan Harga BBM, Aksi Dorong Warnai Demo Mahasiswa di Mojokerto

profile
Andy

07 September 2022 18:19

484 dilihat
Tolak Kenaikan Harga BBM, Aksi Dorong Warnai Demo Mahasiswa di Mojokerto
Demo mahasiswa tolak kenaikan harga BBM di Kota Mojokerto

KOTA MOJOKERTO - Demo atau unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di berbagai daerah di Indonesia makin merebak, tak terkecuali di Kota Mojokerto, Rabu (7/9/2022).

Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam  barisan Cipayung Plus dan Aliansi Mahasiswa Mojokerto Raya tersebut melakukan long march dari Terminal Kertajaya menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto.

Aliansi Mahasiswa Mojokerto Raya itu terdiri dari HMI, PMII, GMNI, BEM dan IMM berorasi sembari membentangkan spanduk menolak kenaikan harga BBM yang dampaknya menyengsarakan rakyat terutama masyarakat eknomi rendah.

Dalam perjalan atau long march dari terminal Kertajaya, itu mereka bahkan sempat memblokade jalan Nasional Surabaya-Mojokerto tepatnya di Simpang Lima Kenanten, Kenangan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Setelah aksi saling dorong tak terhindarkan, aksi demo aliansi mahasiswa ini sempat diwarnai aksi ricuh antara pendemo dengan petugas dari Polres Mojokerto Kota yang melakukan pengamanan di pintu gerbang gedung DPRD Kota Mojokerto. Hingga seorang mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terkena pukulan petugas di bagian pelipis kanan.

Setelah mahasiswa membakar ban bekas sampai asap tebal memenuhi pintu gerbang, akhirnya Ketua DPRD Kota Mojokerto, Sunarto akhirnya keluar menemui pendemo.

Meski sudah ditemui Ketua DPRD Kota Mojokerto yang akrab disapa Cak Narto, pengunjuk rasa terus melakukan orasi dengan pengeras suara menyampaikan aspirasi mendesak pemerintah agar membatalkan kenaikan harga BBM bersubsidi dan segera melakukan upaya menekan inflasi.

Tak hanya itu, mahasiswa juga meminta pimpinan DPRD dan Pemerintahan Daerah atau Wali Kota Mojokerto untuk menandatangani nota kesepakatan terkait tuntutan pengunjuk rasa terkait pencabutan kenaikan harga BBM bersubsidi.

Tuntutan aliansi mahasiswa di antaranya yakni mendesak wakil rakyat di lembaga legislatif daerah maupun DPR membatalkan dan mencabut kebijakan Presiden Joko Widodo terkait kenaikan harga BBM bersubsidi.

Ketua DPRD Kota Mojokerto, Sunarto yang didampingi Sekwan Ruby Hartoyo dan Wakil Ketua DPRD ,Sonny Basoeki Rahardjo dan Junaedi Malik menemui pendemo untuk menenangkan dan mendengar aspirasi tuntutan pengunjuk rasa.

"Kita sudah mengantisipasi inflasi dampak kenaikan BBM untuk itu ada program kerja sepekan kedepan," ujar Sunarto.

Ia mengatakan pengendalian inflasi pihak mendesak Pemerintahan Daerah untuk mengantisipasi inflasi melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

"Maka dari itu Pemerintahan Daerah (Pemda) ini sudah menyiapkan anggaran untuk mengantisipasi inflasi di daerah kurang lebih senilai Rp 8 miliar," tuturnya.

Sunarto bersama Sekretaris Daerah Kota Mojokerto (Sekdakot) Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo akhirnya menandatangani nota kesepakatan dan turut menolak kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Kami juga mendukung aspirasi mahasiswa, nanti kami akan sampaikan terkait kenaikan harga BBM ini," tandasnya.

Demo mahasiswa menolak kenaikan harga BBM di Kabupaten Mojokerto

Diduga Terjadi Kekerasan Fisik oleh Oknum Anggota Polres Mojokerto Kota

Ketua HMI Mojokerto Raya, Elang Teja Kusuma mengatakan, ia mengalami kekerasan fisik dari petugas, saat melakukan demo menolak kenaikan harga BBM di gedung DPRD Kota Mojokerto, Rabu (7/9/2022) pagi.

"Kejadian berawal, ketika mahasiswa saling dorong dengan sejumlah polisi yang menjaga jalannya demonstrasi. Mahasiswa pun menanyakan hasil kunjungan kerja (kunker) DPRD pasca-kenaikan harga BBM namun Dewan tidak bisa menjawab, sehingga terjadi deadlock yang berakibat chaos (ricuh)," ungkap Elang Teja Kusuma.

Lebih lanjut, Elang mengatakan, situasi makin memanas sehingga tiba-tiba ia terkena pukulan di pelipis kirinya. Pukulan tangan kosong satu kali itu diduga dilakukan oknum polisi yang bertugas menjaga keamanan unjuk rasa mahasiswa. Ia mengaku saat itu berada di barisan paling depan sehingga berhadapan langsung dengan polisi.

"Saya ada di depan teman-teman, sehingga terkena pukulan di pelipis kiri. Terus saya ditarik teman-teman. Dipukul oleh polisi yang mengamankan, teman-teman sudah tahu namanya," ungkapnya.

Kepada ratusan mahasiswa pendemo, Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Wiwit Adisatria memerintahkan Kasi Propam untuk menindaklanjuti insiden pemukulan tersebut. Namun, ia tetap menghormati asas praduga tak bersalah.

"Kasi Propam segera tindak lanjuti, bila perlu sidang disiplin, sidang disiplin. Di Indonesia ini ada asas praduga tak bersalah. Kalau saya tiba-tiba langsung (menindak), juga salah. Saya jaminannya, akan saya tegakkan. Kalau memang anggota saya salah akan saya tindak," tegasnya.

Sedangkan, saat demo di Kabupaten Mojokerto, pendemo meminta untuk Ketua DPRD Mojokerto, Ayni Zuroh dan beberapa nggota DPRD menyampaikan usulan agar DPR RI bisa walk out saat sidang paripurna sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat untuk menolak BBM, seperti yang dilakukan oleh PKS.

Editor : Syahrul

Tags
Anda Sedang Membaca:

Tolak Kenaikan Harga BBM, Aksi Dorong Warnai Demo Mahasiswa di Mojokerto

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT