Selasa, 28 Juni 2022
Peristiwa Daerah

Urus RCK di Bondowoso Bertarif 600 Ribu Dengan Stempel Polsek Tapen

profile
Doi

03 Juni 2022 19:32

638 dilihat
Urus RCK di Bondowoso Bertarif 600 Ribu Dengan Stempel Polsek Tapen
Bukti dokumen dengan stempel Polsek Tapen, Bondowoso. (SJP)

BONDOWOSO – Muncul dokumen Rekomendasi Catatan Kriminal (RCK) lintas wilayah, yakni warga Desa Kupang, Kecamatan Pakem, namun dokumen dikeluarkan oleh Polsek Tapen.

Dokumen dimaksud, terdapat stempel resmi dari Polsek Tapen dan dikabarkan berbayar 600 ribu rupiah.

Diketahui, pembuatan RCK itu atas nama Beni Kurniawan, warga Desa Kupang Kecamatan Pakem.

Beni yang diinformasikan bekerja di Kalimantan ini harus membayar 600 ribu rupiah untuk mendapatkan dokumen tersebut.

Berdasarkan investigasi suarajatimpost.com RCK tersebut, didapatkan dari warga Kupang, bernama Muhammad Holil sebagai makelar.

Meskipun pemohon berasal dari Kecamatan Pakem, namun ternyata dokumen itu diterbitkan oleh Polsek Tapen, Bondowoso pada 24 Mei 2022 lalu.

Lebih lanjut, Kapolsek Tapen, Iptu Jarno Miroto membenarkan bahwa Polsek Tapen telah menerbitkan RCK atas nama Beni Kurniawan.

Hanya saja, Jarno mengaku baru mengetahui rekomendasi dibuat oleh anggota Polsek Tapen setelah ramai di media sosial bertarif 600 ribu rupiah.

"Uang 600 ribu sebagai tarif pembuatan RCK itu, kemungkinan diterima oleh perantara dari pemohon sebagai uang kompensasi transportasi pembuatan RCK," kata Jarno Kamis 2 Mei 2022.

Lebih lanjut, Jarno Miroto meyakinkan, anggota yang membuat RCK tidak menerima uang dari perantara dalam proses pembuatan RCK. 

Dia mengungkapkan, bahwa anggotanya yang membuat sudah mengaku salah, bahwa perbuatan RCK itu bukan kewenangan yang bersangkutan.

Bahkan, yang bersangkutan juga mengaku tidak menerima apapun dari pihak yang meminta dibuatkan RCK.

"Mungkin bayar 600 ribu itu untuk wira - wiri perantara, atau apa kami gak tahu. Yang jelas, anggota yang membuat itu tidak menerima sepeser pun dari perantara. Dan kami, sudah menarik produk RCK itu," ujarnya. 

Sementara, Muhammad Holil, kepada wartawan media ini membantah jika dirinya dianggap sebagai makelar pembuatan RCK. Jumat (3/6/2022).

Holil mengaku, membuat RCK itu tidak datang langsung ke Polsek Tapen, tapi lewat perantara temannya yang kenal di media sosial.

"Saya tidak pernah ke Polsek Tapen, saya dapat RCK dari teman baru di Facebook. Mungkin dia yang ke Polsek Tapen, saya terima jadi," bantahnya.

Lebih lanjut, Holil menampik meminta sejumlah uang pada keluarga Beni Kurniawan. 

"Uang 600 ribu tersebut hanya titipan dari keluarga Beni Kurniawan untuk biaya pembuatan RCK," ujarnya.

Dia mengaku, sudah mengembalikan uang itu kepada keluarga Beni.

Terpisah, Kepala Desa Kupang, Saha mengatakan jika proses pembuatan RCK oleh Polsek Tapen tidak terlampir surat keterangan kelakuan baik dari Pemerintahan Desa Kupang. 

Saha mengungkapkan, selama ini Pemerintahan Desa belum pernah menerbitkan Surat keterangan atas nama Beni Kurniawan.

"Saya baru mengetahui RCK, setelah mendengar cerita dari orang tua Beni Kurniawan, soal tarif pembuatan RCK," akunya.

Menurut Saha, seharusnya secara prosedural membuat RCK itu harus dari Desa dulu, baru ke Polsek setempat. 

"Saya juga gak tahu, apakah boleh pembuatan RCK itu bisa dilakukan di semua Polsek," sebutnya. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, biaya pembuatan RCK sudah dikembalikan kepada keluarga Beni Kurniawan oleh Muhammad Holil, warga Desa Kupang sebagai makelar pembuatan RCK.

Pengembalian biaya itu dilakukan setelah ramai di media sosial soal besaran tarif pembuatan RCK. (awi)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Urus RCK di Bondowoso Bertarif 600 Ribu Dengan Stempel Polsek Tapen

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT