Senin, 28 November 2022
Peristiwa Daerah

Usir LSM Luar Mojokerto, LSM Kompak Bersatu Gelar Konsolidasi di Pungging

profile
Andy

26 September 2022 09:28

621 dilihat
Usir LSM Luar Mojokerto, LSM Kompak Bersatu Gelar Konsolidasi di Pungging
LSM Mojokerto Kompak Bersatu Gelar Konsolidasi di Pungging

MOJOKERTO - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mojokerto Kompak bersatu menggelar konsolidasi di Den-Bei Resto & Cafe Family, Jalan Raya Pungging, Minggu (25/9/2022) malam.

Kondolidasi kali ini merupakan buntut dari gugatan DPD Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP) Kabupaten Mojokerto terkait Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Pasalnya, gugatan tersebut dinilai oleh puluhan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang hadir dalam konsolidasi malam ini sudah membuat gaduh kabupaten Mojokerto. Karena Yayasan Amanatul Ummah, yang mana pembangunan gedung Pondok Pesantren pada tahun 2006.

Sedangkan, aturan terkait tata ruang Kabupaten Mojokerto disahkan pada tahun 2012, yakni Peraturan Daerah (Perda) nomor 9 tahun 2012 tentang rencana tata ruang / wilayah (RT/RW). 

Pembangunan pondok sudah mulai tahun 2006, cuman kalau prasastinya kira-kira pada tahun 2008. Adanya Perda RT/RW itu kan tahun 2012. Sedangkan pesantren ini jauh sebelum 2012 sudah berdiri.

Padahal, ada asas dalam undang-undang, yakni retroaktif. Jadi, undang-undang itu  tidak berlaku surut, kecuali UU KPK. Oleh karena itu, Koordinator LSM Kompak Bersatu, Machradji Mahfud menyampaikan, hari ini adalah perwujudan dari kesepakatan rapat LSM yang mengusulkan supaya ada kekompakan, kebersamaan, persatuan, guyub, rukun, damai antar LSM.

“LSM Kompak Bersatu menyatakan menolak, mengusir LSM dan orang dari luar Mojokerto yang masuk Mojokerto mengganggu kedamaian, ketertiban, kenyamanan dan kerukunan masyarakat di Mojokerto. Salah satu langkah nyatanya adalah memasang spanduk menolak serta mengusir LSM yang berasal dari luar Mojokerto di daerah-daerah perbatasan,” jelas Machradji.

Sebelumnya, dalam dua kali sidang gugatan DPD LP2KP dengan nomor 66/Pdt.G/2022/PN Mjk, nampak diwarnai unjuk rasa oleh berbagai elemen masyarakat seperti LSM Modjokerto Watch, relawan Bela Kiai dan Santri (Bekisar), Pagar Nusa, Ansor hingga Banser.

Sementara itu, Sekretaris LSM Modjokerto Watch, H. Supriyo mengatakan, gugatan dari DPD LP2KP Kabupaten Mojokerto tidak jelas karena alamat kantornya tidak jelas.

“Alamat kantornya tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Sebelumnya, kami juga mengadakan unjuk rasa di Kantor LP2KP Kabupaten Mojokertoyang beralamat di Jalan Yudo Griya Japan Raya Blok UU No. 07 Rt. 004, Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto tidaklah benar. Hal ini bisa kami laporkan karena melanggar pasal 14 KUHP karena memberikan informasi yang tidak benar,”ujar H Supriyo.

Tak ayal, melalui kuasa hukumnya Modjokerto Watch yang dipimpin langsung oleh Abah Rifai, rombongan pelapor langsung menuju ruangan Reskrim Polres Mojokerto untuk mengantarkan berkas laporan terhadap terduga kasus alamat palsu dari terlapor.

"Materi laporan hari ini adalah diduga adanya pemalsuan alamat pada saat pelaporan gugatan Amanatul Ummah ke Pengadilan Negeri Kabupaten Mojokerto," jelas Matyatim.

Pihaknya telah mendapatkan surat klarifikasi dari pemilik rumah yang digunakan kantor terduga Ketua LP2KP Kabupaten Mojokerto.

"Jadi, pemilik rumah sama sekali tidak mengenal terduga Henry Samosir, Ketua LP2KP Kabupaten Mojokerto dan tidak mengontrakkan rumahnya untuk menjadi kantor terduga Ketua LP2KP Kabupaten Mojokerto. Sedangkan pemilik rumah tersebut atas nama Heni Muktiati. Jadi, di sini sudah jelas, rumah yang ada Griya Japan Raya Jalan Yudo Blok UU Nomor 07 bukanlah kantor terduga Ketua LP2KP Kabupaten Mojokerto," terang Matyatim.

Menurut Matyatim, dengan adanya kejadian itu maka dia menganggap gugatan LP2KP Kabupaten Mojokerto ke Ponpes Amanatul Ummah itu tidak memenuhi syarat formil.

"Kami yakin, gugatan Samosir kemungkinan akan ditolak oleh Pengadilan Negeri Kabupaten Mojokerto. Kami akan mengawal sampai titik darah penghabisan. Yang jelas, masyarakat Mojokerto terutama pondok-pondok pesantren se-Mojokerto itu merasa terusik karena ada dugaan statemen dari Samosir yang akan menggugat seluruh pondok pesantren yang dibangun di lahan hijau," ungkapnya.

"Gerakan ini adalah gerakan pembela pondok pesantren, merupakan gabungan dari seluruh LSM se-Kabupaten Mojokerto dan tokoh masyarakat untuk menjaga lembaga pendidikan Islam untuk terus berkembang di Kabupaten Mojokerto. Pondok pesantren itu digunakan untuk masyarakat banyak. Hal itu ada pengecualian hukumnya meskipun berada di lahan hijau," tandasnya.

Editor : Syahrul

Tags
Anda Sedang Membaca:

Usir LSM Luar Mojokerto, LSM Kompak Bersatu Gelar Konsolidasi di Pungging

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT