Rabu, 17 Agustus 2022
Peristiwa Daerah

Viral Video Asusila Petugas Medis Puskesmas di Jember, Pemerannya Menghilang

profile
Admin

12 November 2020 08:38

939 dilihat
Viral Video Asusila Petugas Medis Puskesmas di Jember, Pemerannya Menghilang
Illustrasi video asusila

JEMBER - Video asusila dua petugas medis yang diduga berasal dari Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, menggegerkan warga. Kedua oknum petugas medis berinisial AY sebagai bidan dan Kepala Pustu AM videonya tersebar di masyarakat. 

Dari video asusila yang viral tersebut tampak kedua orang tengah melakukan adegan dewasa. Sang wanita yang mengenakan hijab tengah bercumbu dengan seorang pria yang diduga berinisial AM di sebuah ruangan. 

Belakangan diketahui, jika ruangan yang dijadikan tempat asusila tersebut merupakan ruangan kepala puskesmas setempat. Sontak peristiwa ini membuat masyarakat menjadi resah dan geram dengan ulah kedua oknum figur tersebut.

Atas beredarnya vidio tersebut, beberapa tokoh masyarakat mengadukan hal ini ke salah satu pejabat Puskesmas Desa Curahnongko untuk melakukan klarifikasi dan konfirmasi, setelah ditunjukkan vidionya, petugas tersebut membenarkan jika kedua oknum tersebut bekerja di Puskemas desa setempat.

Tokoh masyarakat Desa Curahnongko Tukirin usai mendapat jawaban dari pejabat Puskesmas merasa geram dan mengutuk keras tindakan asusila yang dilakukan oleh kedua oknum ASN yang bukan suami istri.

"Kami masyarakat Desa Curahnongko sangat menyesalkan video yang berisi adegan perzinahan dua orang petugas puskesmas sampai tersebar ke masyarakat, kalau dari video yang beredar sepertinya direkam sendiri lewat ponsel pelaku yang laki-laki," ungkapnya Rabu malam (11/11/2020). 

Tukirin menegaskan atas beredarnya video syur yang diduga diperankan Kepala Puskesmas dan seorang Bidan itu, membuat masyarakat resah dan merasa geram. Pasalnya tindakan asusila oknum PNS itu telah diangap mencoreng nama baik Masyarakat Desa Curahnongko, sehingga tidak hanya patut mendapatkan sangsi tegas secara kedinasan melainkan juga perlu adanya upaya penindakan penegakan hukum sebagai efek jera.

"Warga disini sangat dirugikan, tindakan asusila itu telah mencoreng nama baik Desa kami, selama ini Desa Curahnongko dikenal masyarakatnya sangat religius dan menjunjung tinggi Norma-Norma agama justru dinodai oleh prilaku asusila pelayan kesehatan masyarakat," sesalnya.

Dikonfirmasi terpisah Kepala Bagiaan Kepegawaiaan Puskesmas Curahnongko, Sholeh membenarkan pihaknya telah menindaklanjuti terkait adanya laporan tentang beredarnya video syur yang diduga diperankan oleh dua orang PNS itu.

β€œMemang benar yang ada didalam video itu adalah PNS di sini, sudah kita tindak lanjuti dengan memanggil keduanya untuk kita klarifikasi,atas tindakannya sudah diakui oleh yang bersangkutan," ucap Sholeh saat dikonfirmasi. 

"Secara kedinasan sudah kita sampaikan ke pihak Dinas yang lebih berwenang menanggani, kalau untuk siapa yang membuat video dan siapa yang menyebarkan sampai beredar luas, bukan ranah kita yang menanggani," imbuhnya. 

Sholeh menerangkan sejak beredarnya video itu, kedua oknum PNS itu sudah tidak pernah lagi masuk kerja di Puskesmas Curahnongko. Bahkan pasca kejadiaan itu, kedua oknum PNS itu juga mendapat sanksi dari para pegawai lainnya karena dianggap telah mencoreng nama baik institusi kesehatan.

"Dari informasi yang berkembang, tindakan asusila yang dilakukan oknum Kepala Puskesmas ini juga pernah terjadi sebelumnya dengan perempuan lain, namun saat itu persoalannya tidak sampai viral ditengah masyarakat, dan sekarang terulang kembali sampai ada video yang beredar meresahkan masyarakat," tuturnya. 

Sementara Kepala Inspektorat Pemkab Jember Joko Susilo, saat dikonfirmasi media ini terkait apakah ada tindakan dan sanksi yang akan diberikan Inspektorat kepada kedua oknum tersebut, masih belum memberikan penjelasan apapun. (Ema Wasta)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Viral Video Asusila Petugas Medis Puskesmas di Jember, Pemerannya Menghilang

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT