Kamis, 01 Juni 2023
Peristiwa Daerah

Warga Kabupaten Jember, Lawan Dugaan Upaya Eksploitasi Lahan Oleh LMDH

profile
Rochul

22 Februari 2023 18:06

1.6k dilihat
Warga Kabupaten Jember, Lawan Dugaan Upaya Eksploitasi Lahan Oleh LMDH
Ratusan warga Dusun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, saat berkumpul membahas kawasan perhutani. Rabu (22/2/2023). (M Rochul Ulum / SJP))

Kabupaten Jember, SJP –Ratusan warga Dusun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember resah terkait pembukaan lahan perhutani yang berada di Gunung Watangan.

Lahan yang sudah puluhan tahun dikelola masyarakat, mendadak akan dikuasai oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan.

Perlawanan masyarakat dipicu pembagian lahan hutan yang dinilai berbau eksploitasi, dan tidak adil terhadap masyarakat.

Dugaan eksploitasi itu muncul, karena warga menilai sengaja dibuat binggung oleh LMDH dengan pembagian lahan yang dinilai warga tidak adil.

Tokoh Masyarakat Desa Lojejer, Jumar, mengatakan pihak LMDH sengaja memetak metakan lahan milik Perhutani yang telah diklaim, dan dikelola oleh pihak Oknum yang mengatasnamakan LMDH.

"Pembukaan lahan hutan itu seluas, 15 hektar dengan rincian per patok bervariasi," katanya.

Jumat mengatakan jika masyarakat mendapatkan bagian hanya ukuran 10 x 50 meter persegi, sedang untuk oknum LMDH 30x50 meter.

"Ada lagi yang unik, diduga ada oknum perhutani yang mendapat bagian dengan luasan lahan 17x100 meter persegi," tambah dia.


Warga Desa Lojejer, dikatakan Jumar, tidak mengetahui LMDH itu apa. Sehingga masyarakat keberatan jika harus terjadi pembagian lahan yang tidak adil.

"Ada 12 warga yang mendapat bagian di petak 8 tersebut, sedang sisanya hampir 3 RT kurang lebih puluhan orang tidak dapat bagian," seru dia.

Atas kejadian tersebut, Jumat bersama masyarakat merangkul pemerintah desa, agar dibantu meluruskan permasalahan lahan ini.

Disisi lain, masih kata Jumar, ada dugaan oknum yang telah menguasai lahan tersebut, bahkan melakukan aksi jual beli lahan.

Seperti yang di alami oleh Samsul (30) yang telah membeli lahan milik perhutani tersebut kepada makelar tanah.

"Saya tidakntahu lahan milik siapa mas, yang pasti saya beli dari seorang makelar, dengan ukuran tanah 10x50 meter di petak 8 dengan harga 2 juta rupiah," kata Samsul.


Menanggapi carut marutnya penggarapan lahan dan dugaan jual beli lahan milik perhutani. Kepala Desa Lojejer, M Sholeh mendatangi puluhan warga dan menjelaskan apa itu LMDH dan proses pembagian lahan antara LMDH dan Perhutani.

"Saya juga bingung tiba tiba ada LMDH Mitra Usaha, yang membagi bagi lahan milik perhutani tanpa ada kejelasan atau duduk bersama," aku dia.

Selama dirinya menjabat, Sholeh merasa tidak pernah melegalkan LMDH apapun di desanya.

"Setahu saya proses pembagian penggarapan lahan tersebut harus melalui duduk bersama antara masyarakat, LMDH dan Perhutani disaksikan oleh pihak desa," ungkap Sholeh.

Sholeh juga mengaku, pernah mendengar ada oknum Perhutani yang mendapat jatah lahan.

"Itu sudah salah, karena adanya LMDH ini untuk mensejahterakan masyarakat sekitar hutan. Bukan untuk mencari cari apalagi menjual belikan lahan garap milik Perhutani," tegas dia.

Sholeh menegaskan, dalam permasalahan ini, ia beserta pemerintah desa jelas bersama masyarakat sekitar hutan untuk mengawal kasus ini hingga ke jalur hukum.

Lebih lanjut, Sholeh menjelaskan jika terkait permasalahan ini, pihaknya akan undang pihak perhutani agar jelas dan gamblang.

Beberapa hari mendatang, pihak desa bersama masyarakat akan mendata ulang jumlah lahan yang diduga sudah diperjual belikan dan nantinya akan dilaporkan kepada aparat kepolisian.

Sementara itu, pihak ketua LMDH Mitra Usaha, Purwadi saat dikonfirmasi, Rabu,(22/2/2023) menjelaskan, jika untuk anggota sekarang kurang lebih ada 80 orang, dan siap bermusyawarah dengan warga dan pemerintah Desa Lojejer.

"Untuk LMDH, sudah terbentuk sudah lama, dan itupun kita sudah berkoordinasi dengan pihak kehutanan. Untuk permasalahan ini, kami akan rapatkan lagi bersama pengurus dan anggota," jelasnya.

Ditanya tentang pembagian lahan, Purwadi membenarkan jika sementara ini, lahan untuk anggota sangat kurang, karena pembukaan lahan Perhutani terbatas.

"Kami sudah bagi, dan untuk anggota sendiri juga belum dapat semuanya, sementara beberapa warga rekesan juga sudah kami beri," papar dia.

Untuk permasalahan ini, lanjut Purwadi, pihaknya akan berusaha untuk bersinergi dan berembuk agar perselisihan ini tidak terjadi dan masyarakat pinggiran hutan paham juga anggota LMDH yang kami naungi," tegasnya. (M Rochul Ulum)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Warga Kabupaten Jember, Lawan Dugaan Upaya Eksploitasi Lahan Oleh LMDH

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT