Jumat, 03 Februari 2023
Peristiwa Daerah

Warga Kota Mojokerto Keluhkan Lintasan KA Tanpa Palang Pintu

profile
Andy

21 Januari 2023 12:37

1.3k dilihat
Warga Kota Mojokerto Keluhkan Lintasan KA Tanpa Palang Pintu
Wali Kota Mojokerto Ning Ita bersama Kapolda Jatim, Irjen Pol Toni Harmanto

KOTA MOJOKERTO - Lintasan kereta tanpa palang pintu tentunya menjadi momok bagi semua pengendara. Pasalnya, jika tidak hati-hati dengan menengok kanan dan kiri, bisa saja tertabrak oleh kereta apai yang sedang melintas. 

Permasalahan ini yang dikeluhkan warga kota Mojokerto saat bertemu Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Toni Harmanto di Pendopo Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Jumat (20/1/2023).

Menanggapi hal tersebut, Toni Harmanto mengatakan, sudah ada ratusan korban kecelakaan yang terjadi karena lintasan kereta api tanpa palang pintu. Oleh karena itu hal tersebut menjadi perhatian kepala daerah, kepolisian dan PT KAI.

“Hal tersebut merupakan salah satu keselamatan masyarakat di ruang terbuka seyogya bersama-sama PT KAI untuk bisa dibangunkan palang pintu termasuk pos jaganya,” jelas Toni yang hadir bersama jajaran PJU Polda Jatim.

Terkait adanya lintasan kereta api tanpa pintu masuk, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto telah melakukan koordinasi dengan PT. KAI Daop 8 yang menaungi lintasan kereta api di wilayah Kota Mojokerto.

“Blooto termasuk yang tidak diintervensi oleh PT KAI. Namun melalui APBD Kota Mojokerto akan segera kami bangun palang pintu, insyaallah di tahun 2023, mohon bersabar,” kata Ning Ita sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

Ia juga menekankan, perlintasan yang melewati kereta api itu elevasinya terlalu tinggi, sehingga sering terjadi kecelakaan. Namun ketika akan ditutup oleh PT. KAI tidak mendapatkan persetujuan warga karena merupakan akses menuju Kelurahan Pulorejo.

"Ini juga akan kami intervensi supaya ketinggiannya tidak terlalu tinggi sehingga banyak menyebabkan laka lantas, kami akan melecehkan dengan menaikkan lahan diperempatan Kelurahan Blooto," jelasnya.

Jumat Curhat merupakan sarana tatap muka yang diselenggarakan oleh Polri untuk menanggapi keluhan masyarakat terhadap pelayanan dari kepolisian maupun pemerintah daerah secara langsung. Sehingga komunikasi terus berlangsung dan dapat membangun kepercayaan masyarakat.

Sementara itu, Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif  mengatakan, pengamanan di perlintasan sebidang, menurut UU 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian menjadi kewenangan pemerintah daerah setempat.

"Bergantung kelas jalan yg melintas di rel. Sebagai operator, upaya pencegahan yg dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) adalah melakukan sosialisasi secara berkala kepada masyarakat, baik di perlintasan maupun sekolah sekolah," ungkap Luqman Arif.

Ketika ditanya terkait pengadaan dan pemasangan pengamanan atau palang kereta api, Luqman Arif menjelaskan, rambu-rambu lalu lintas itu merupakan aset dishub kabupaten/provinsi,  bergantung kelas jalannya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Mojokerto Kota, Iptu MK Umam mengatakan, selain Curhat, ada hiburan juga disediakan dan beberapa layanan.

"Anatara lain, Pelayanan SIM Keliling (Perpanjangan) dan Bakti Kesehatan mulai Riksa kesehatan umum, Riksa Lab Kesehatan, Konsultasi kesehatan umum dan gigi, Pemberian obat gratis sesuai diagnose,  Vaksinasi (Booster)," ungkap Iptu MK Umam. 

“Alhamdulillah Program bhakti Kesehatan tercatat dari pelayanan Sidokes, sebanyak 261 orang mendapat layanan pengobatan umum, 16 Orang menerima vaksinasi booster (pfizer) serta 10 orang yang konsultasi gigi," ungkapnya. 

Turut hadir dalam acara ini Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Unang Sudargo, Dandim 0815/Mojokerto Letnan Kolonel Inf. M. Iqbal Prihanta Yudha serta Kapolres Mojokerto Kota AKBP Wiwit Adisatria. (Andy)

Editor: Vebriansyah

Tags
Anda Sedang Membaca:

Warga Kota Mojokerto Keluhkan Lintasan KA Tanpa Palang Pintu

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT