Senin, 28 November 2022
Peristiwa Daerah

Warga Mojomulyo Mengamuk Hentikan Alat Berat Tambak Investor Surabaya, Ini Sebabnya

profile
Rochul

04 November 2022 18:25

817 dilihat
Warga Mojomulyo Mengamuk Hentikan Alat Berat Tambak Investor Surabaya, Ini Sebabnya
Warga Dusun Getem Desa Mojomulyo Kecamatan Puger Jember. (SJP)

KABUPATEN JEMBER – Polemik permasalahan tanah inventarisasi yang berada di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, yang berada di pinggir pesisir sepanjang pantai Puger terjadi permasalahan.

Warga pada Jum'at,(4/11/2022) siang mengamuk, dan menghentikan paksa alat berat berupa buldoser, yang disinyalir milik pengusaha tambak udang asal Surabaya yang sedang meratakan tanah aset milik Pemkab Jember.

Warga yang geram, akhirnya melakukan hal tersebut, dengan dasar bahwa mereka adalah warga yang lebih berhak dalam hal mengelola.

"Kenapa Pemkab Jember memilih warga dari Surabaya? Kenapa Pemkab Jember tidak berkoordinasi dengan warga yang sudah berpuluh puluh tahun memanfaatkan tanah milik negara yang berada di pesisir tersebut untuk ditanami kacang tanah?," kata salah satu warga.

Kemarahan warga tersebut, membuat semua anggota Komisi B DPRD Jember, langsung turun tangan guna melakukan mediasi dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi hingga masyarakat yang berjumlah puluhan mengamuk di area kurang lebih 4 hektar tersebut.

"Kami berharap Pemkab Jember bijaksana mengambil langkah, jangan benturkan warga dengan kaum kapitalis yang secara tidak langsung bisa membuat warga semakin nekat dan peristiwa ini tidak terbendung lagi," Kata Ketua Komisi B DPRD Jember Siswono.


Dengan nada geram, Ketua Komisi B tersebut, menilai Pemkab Jember semena-mena, tanpa koordinasi dengan warga yang sudah menggarap dan memanfaatkan tanah tersebut.

Terlebih, pihak komisi B DPRD Jember, bersama anggota lain mendengar jika aset tanah yang berada di pinggir pesisir itu, izinnya diberikan kepada pengusaha tambak udang asal Surabaya.

"Seharusnya Pemkab Jember jangan main main lagi, ini sudah menyalahi aturan juga, karena kami wakil masyarakat dan kami akan mencari solusi terkait warga mengamuk ini, saya berharap warga menahan emosi dan alat berat harus dihentikan saat ini juga," ucap siswono.


Menyikapi permasalahan tersebut, Pemkab Jember melalui tim penertiban tambak, diwakili Indra Tri Purnomo, menyampaikan apa yang menjadi ini akan segera dilaporkan kepada Bupati Jember.

Ditanya lebih lanjut perihal masalah alat berat dan penggarap dari luar daerah dirinya menjelaskan, jika ada investor lokal bisa diajukan.

"Jika ada investor dari sini, silakan ajukan kepada pihak Pemkab Jember, kami sifatnya tim penertiban cuma menjebatani, untuk hal ini saya laporkan langsung ke bupati Jember," imbuhnya.

Ditempat yang sama, salah satu warga Puger, Mashun yang mempunyai aset tanah 8000 meter persegi, juga angkat bicara terkait keresahan warga lain yang mengelola lahan bertahun tahun dikawasan tersebut.

"Yang memicu kami geram dan bergerak pemkab Jember atau bupati ini tidak berkoordinasi dengan warga yang lama memanfaatkan lahan ini, dan tiba tiba kami tahu bahwa tanah pesisir tersebut tiba tiba di alihkan kepada pihak lain yaitu investor tambak asal Surabaya," ungkap dia.

Mashun juga menyayangkan, sikap bupati yang dinilai semena mena, sebab putra daerah atau masyarakat yang sudah mengelola lama tanah pesisir tersebut, tida mendapatkan penawaran untuk mengelola.

"Kami tidak ditawari, dan kasun saja baru tahu jika alat berat bekerja dan meratakan tanah untuk tambak, jelas kami geram, harusnya pemkab tanya gimana sejarah tanah ini dulu, jangan seperti ini, minimal pengusaha juga pamit pada masyarakat agar hal ini jelas," ungkap mashun.(Ulum)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Warga Mojomulyo Mengamuk Hentikan Alat Berat Tambak Investor Surabaya, Ini Sebabnya

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT