Kamis, 06 Oktober 2022
Peristiwa Nasional

Amankan 2,4 Ton Telur Busuk, Polres Mojokerto Kota Tetapkan Satu Tersangka

profile
Andy

11 April 2022 19:26

559 dilihat
Amankan 2,4 Ton Telur Busuk, Polres Mojokerto Kota Tetapkan Satu Tersangka
Telur busuk sebanyak 2,4 ton diamankan Polres Mojokerto Kota. (Andy/SJP)

KOTA MOJOKERTO - Amankan 2,4 ton telur busuk, Polres Mojokerto Kota telah menetapkan satu tersangka, Senin (11/4/2022) siang.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto menyampaikan, telah memeriksa tujuh orang terkait penyitaan telur busuk, Kamis (7/4/2022) lalu sekitar pukul 17.45 di depan pabrik Ajinomoto, tepatnya di Jalan Raya Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

"Dari tujuh orang yang sudah diperiksa oleh Satreskrim, satu diantaranya sudah dinaikkan statusnya menjadi tersangka, yakni M. Ia yang menjual dan mendistribusikan ke pedagang. Apakah dia punya niat untuk beli barang itu dan tahu kualitasnya? Nah ini kan butuh waktu dan data yang valid. Semuanya harus kita buktikan dulu, ada niat jahat atau tidak dari ketujuh orang ini. Yang sekarang kita Sita 2,4 ton telur, artinya sebelumnya memang sudah ada yang beredar di tengah masyarakat," ungkap AKBP Rofiq Ripto.

Lebih lanjut dikatakannya, jika dikonsumsi dalam jangka panjang itu bisa menjadi salah satu pemicu kanker pencernaan. 

"Mari hati-hati dan cerdas untuk mendapatkan bahan baku kebutuhan pokok kita di semua lini dan kami pastikan polisi akan hadir untuk memastikan ketersediaan bahan pokok itu dan kami juga pastikan ketersediaan yang ada itu adalah barang yang memang layak konsumsi dan berkualitas," jelasnya.

Ditempat terpisah Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Pangan dan Perikanan (Dispari) Kabupaten Mojokerto, Rofi Roza, menegaskan, peredaran telur HE atau lebih dikenal breeding memang jadi pantauan satgas pangan.

Utamanya di tengah kondisi harga telur yang naik signifikan saat ini. Yakni, mencapai Rp26 ribu per kilogram dari harga normal Rp19 ribu.

” Tepatnya di bilan puasa begini biasanya (telur HE) keluar, karena ada celah cuan (uang). Sangat mungkin terjadi. Makanya saya sosialisasikan, barangkali ada yang tahu, bisa langsung lapor ke kami untuk kami lihat bersama satgas pangan,” tuturnya.

Ditambahkan Rofi, sebagai evaluasi tahun 2021 lalu, telur breeding ini pernah dijual di sejumlah titik di Mojokerto. Salah satunya yang pernah didapati di kawasan Mojosari.

Untuk itu, sejumlah titik yang perlu diwaspadai sudah dalam pantauan Dispari untuk mencegah peredaran di Mojokerto.

Sebab larangan peredaran telur HE ini sudah diatur dalam Permentan Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi.

Sesuai pasal 13 ayat 4, disebutkan, Pelaku Usaha Integrasi, Pembibit GPS, Pembibit PS, Pelaku Usaha Mandiri, dan Koperasi dilarang memperjualbelikan Telur Tertunas dan infertil sebagai Telur Konsumsi.

“Berhubung telur itu infertil, tidak subur (Tanpa Dibuahi Ayam Jantan ), tak cuma itu , kadang bisa terjadi sudah ada bibit untuk jadi anak ayam dan tidak bisa menetas, harusnya dibuang. Tapi, ada oknum yang menangkap peluang cuan, kadang dijual lebih murah, dicampur dengan telur konsumsi. Produk telur HE cukup banyak karena breeding, perusahaan skala besar,” pungkasnya.

Editor: Doi Nuri

Tags
Anda Sedang Membaca:

Amankan 2,4 Ton Telur Busuk, Polres Mojokerto Kota Tetapkan Satu Tersangka

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT