Senin, 27 Juni 2022
Peristiwa Nasional

Beberapa Fakta Baru Diungkap Tim Investigasi KNKT Terkait Laka Maut Bus PO Ardiansyah

profile
Andy

18 Mei 2022 23:30

374 dilihat
Beberapa Fakta Baru Diungkap Tim Investigasi KNKT Terkait Laka Maut Bus PO Ardiansyah
Ketua Sub Komite LLAJ KNKT dan Ahmad Wildan selalu Ketua Tim Investigasi KNKT dalam kecelakaan tunggal bus Pariwisata PO Ardiansyah di KM 712.400 A Tol Sumo. (SJP)

KOTA MOJOKERTO - Terkait kecelakaan maut bus PO Ardiansyah yang menewaskan 14 orang, Tim Investigasi Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menemukan beberapa fakta baru.

Ketua Sub Komite Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) KNKT, Ahmad Wildan menuturkan fakta baru, yakni sopir yang mengemudi bus PO Ardiansyah itu ternyata seorang kenek, bukan supir cadangan.

"Dia bukan pengemudi, dia kenek dari tahun 2013. Cuman dia bisa bawa bis dan tak punya SIM," ungkap Wildan, Rabu (18/5/2022).

Menurutnya, sopir sesaat sebelum terjadi kecelakaan tunggal tersebut bukan dalam kondisi micro sleep, namun bisa dikatkan deep sleep. Tidur gelombang lambat, sering juga disebut tidur nyenyak, merupakan tahap tiga pada tidur non-REM.

"Ini bukan micro sleep, kalau micro sleep itu sesaat gitu ya, ini bisa jadi deep sleep dia. Karena dia tertidur lelap," jelasnya.

Berdasarkan penjelasan sopir ketoka ditanya tim Investigasi KNKT. "Ketika dia nabrak danreil dan segala macam itu dia gak kerasa. Sampai nabrak batu yang gede hingga banya pecah itu gak kerasa dia. Bahkan tidak ada bekas rem sehingga tidak sempat mengerem sebelum terjadi kecelakaan tersebut," terangnya.

Beberapa rekomendasi KNKT

KNKT akan melayangkan surat rekomendasi ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), dan Pemerintah Daerah.

"Pertama, terllkait active safety mencegah kecelakaan ini terjadi kembali. Bagaimana wisata kita, wisata berkeselamatan," ujarnya.

Tak hanya itu, KNKT juga akan menerapkan pasive safety. Sebuah fitur keselematan untuk melindungi para penumpang saat kejadian kecelakaan terjadi. Maksudnya adalah teknologi keselamatan dalam passive safety ini baru akan berguna ketika kecelakaan sudah terjadi.

"Saat ini kita mengenal road safe hazard atau bahaya tepi jalan dan ini belum terpetakan dengan baik," tandasnya.

KNKT terus berkomunikasi dengan Direktorat Jenderal Lalu Lintas untuk dibuatkan pedoman atau manual bagaimana mengendalikan bahaya tepi jalan, termasuk penataan pengamanan tepi bahu jalan.
 
"Di jalan tol itu ada drainase terbuka dari beton, ada papan reklame, dan lain sebagainya itu akan kita atur. Jadi kami menyampaikan kepada kemenhub untuk mengatur ini," ujarnya.

Pihak KNKT juga mengungkapkan terkait dengan penanganan kecelakaan di luar negeri. Bahwa luar negeri telah berupaya untuk vision zero bukan zero accident.

"Di luar negeri bukan lagi zero accident, tetapi vision zero. Celaka tidak apa-apa yang penting jangan sampai meninggal atau fatalitynya rendah. Hal itulah yang akan kita lakukan selama ini disamping mencegah hal itu terjadi," tegasnya.

Hingga berita ini tayang, Polres Mojokerto Kota masih melakukan pemeriksaan terhadap kernet yang mengemudikan bus PO Ardiansyah tersebut.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Iptu Khoirul Umam menyampaikan, kernet Ade yang merupakan warga Sememi Benowo dijemput dari RS Citra Medika di Balongbendo, Sidoarjo pada Selasa (17/5/2022) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

"Setelah diperiksa secara medis semuanya, sudah tidak ada gejala. Sehingga dia (Ade) dipastikan dalam kondisi sehat ketika menjalani pemeriksaan," pungkas Umam. (Andy)

Editor: Doi Nuri

Tags
Anda Sedang Membaca:

Beberapa Fakta Baru Diungkap Tim Investigasi KNKT Terkait Laka Maut Bus PO Ardiansyah

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT