Kamis, 30 Juni 2022
Peristiwa Nasional

Beberapa Fakta Dibalik Laka Tunggal Bus PO Ardiansyah di Tol Sumo KM 712+400 A

profile
Andy

16 Mei 2022 22:08

1k dilihat
Beberapa Fakta Dibalik Laka Tunggal Bus PO Ardiansyah di Tol Sumo KM 712+400 A
Olah TKP hingga evakuasi korban laka tunggal bus PO Ardiansyah di Tol Sumo KM 712+400 jalur A.

MOJOKERTO - Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai pihak, ada beberapa fakta dibalik kejadian tragis kecelakaan tunggal mini bus pariwisata PO Ardiansyah, Senin (16/5/2022) pagi.

Pertama, Bus PO Ardiansyah yang beralamat di Jalan Desa Beton, RW 6, Gadingwatu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik ini mengalami kecelakaan tunggal ketika perjalanan dari wisata Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Kedua, jumlah penumpang yang berada di dalam bus tersebut sebanyak 31 penumpang dengan satu pengemudi utama dan satu cadangan, jadi total yang ada di dalam bus sebanyak 33 orang, 14 orang meninggal dunia dan 19 lainnya luka berat dan ringan tersebut.

Berikut data 14 korban meninggal dunia tersebut :

identitas korban meninggal akibat kecelakaan bus mini yang telah didata di RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto:

1. Diany Astrelia (40), warga Kelurahan Benowo
2. Gibran (7) anak Diany, warga Kelurahan Benowo
3. Andika Pratama (48), warga Benowo Krajan gang 3
4. Nita Ning Agustin (43), istri Andika, warga Benowo Krajan gang 3
5. Fita Sari, warga Benowo gang 3
6. Asminah ibu Fita, warga Benowo gang 3
7. Ainur Rofiq, warga Benowo Krajan gang 3
8. Titis Hermi, warga Benowo gang 2
9. Dedi Purnomo, warga Benowo
10. Sony Suprayitno
11. Cholifah
12. Maftukah (51)
13. Steven Arthur Abraham (10) anak dari Titis dan Sony
14. Stevani Grasia (14) anak dari Titis dan Sony

Sedangkan, identitas 19 korban luka yang dirawat di sejumlah rumah sakit :

Rumah Sakit Emma, Kota Mojokerto
1. M Noval al hafiz, 16 tahun
2. Mujianah/Sri Rahayu, 54 tahun
3. Nurai, 57 tahun
4. Anak-anak umur 5 tahun

Rumah Sakit Gatoel :
14. Nailatul, 28 tahun
15. Mrs. Y, kondisi belum sadar

RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto :

16. Febri Indrawan, 18 tahun perawatan

Rumah Sakit Petro Kimia :
17. Pella PATRICIA
18. Septia Adi
19. Cipto Parogouu

Ketiga, kecelakaan itu terjadi di ruas jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) KM 712+400 jalur A, Senin (16/5/2022), penyebab kejadian tragis tersebut diduga karena pengemudi mengantuk saat mengemudi, serta kecepatannya diduga diatas 100 kilometer per jam.

“Bus oleng ke kiri kemudian menabrak tiang VMS atau tiang pesan-pesan di bahu jalan, sekitar pukul 06.15 WIB. Kerasnya tabrakan mengakibatkan bagian depan bus Ardiansyah hancur. Bus terguling ke kanan di sisi kiri jalan tol. Tiang yang begitu kuatnya sampai roboh seperti itu bisa kita lihat. Mungkin bisa kami pastikan bahwa kecepatan yang bersangkutan lebih dari 100 kilometer per jam,” jelas Kasatlantas Polres Mojokerto Kota, AKP Heru Sujio Budiono, Senin (16/5/2022).

Keempat, ternyata sopir yang mengemudikan bus tersebut adalah sopir cadangan bernama Ade Firmansyah (29). Warga Kelurahan Sememi RT 2 RW 4, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya diduga kehilangan konsentrasi karena mengantuk yang mengakibatkan kendaraan yang disopirinya menabrak tiang.

“Itu pengemudi cadangan, bukan pengemudi aslinya. Pengemudi asli pada saat kejadian sedang istirahat, di bagian belakang. Dimungkinkan sopir cadangan juga mengantuk sehingga terjadi laka lantas,” ungkap AKP Heru Sujio Budiono.

Kelima, korban laka tunggal tersebut akan mendapatkan santunan mulai dari Rp 20 juta hingga 50 juta. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 16 dan 17 Tahun 2017 bahwa besaran santunan bagi korban yang menjalani perawatan di rumah sakit, maksimal sebesar Rp 20 juta. Dan untuk korban meninggal dunia santunan sebesar Rp 50 juta.

Kepala PT Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Timur, Hervanka Tri Dianto menyampaikan duka cita mendalam dan turut prihatin atas kejadian tersebut. Ia menjamin para korban akan mendapat santunan dari negara sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964.

“Para korban sudah dijamin oleh UU, dan PT Jasa Raharja akan memberikan santunan sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku. Jasa Raharja, telah menerbitkan surat jaminan kepada rumah sakit, terkait perawatan para korban. Kami juga melakukan pendataan ahli waris korban meninggal dunia,” ujarnya.

Keenam, kejadian tragis yang menimpa bus PO Ardiansyah diduga diakibatkan human error atau kelalalian sopir, Ade Firmansyah (29) yang diduga mengantuk saat mengemudikannya. Tak menutup kemungkinan, Ade menjadi tersangka berdasar penyelidikan, hasil olah TKP dan keterangan saksi yang tengah didalami polisi.

“Banyak hal yang ditemukan dalam olah TKP yang nantinya mengarah kemana. Tapi belum bisa saya sampaikan sekarang, karena sata harus mengidentifikasi hasil tim analisis Direktorat Lalu lintas Polda Jatim,” tegas Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Beberapa Fakta Dibalik Laka Tunggal Bus PO Ardiansyah di Tol Sumo KM 712+400 A

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT