Selasa, 27 September 2022
Peristiwa Nasional

BPJamsostek Berdayakan Eks Peserta Jaminan di Banyuwangi Lewat Sektor Usaha 

profile
Ikhwan

26 Agustus 2022 18:04

539 dilihat
BPJamsostek Berdayakan Eks Peserta Jaminan di Banyuwangi Lewat Sektor Usaha 
keluarga eks Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan juga penyandang disabilitas.  (SJP)

BANYUWANGI - Sejumlah ahli waris yang sudah mengklaim jaminan kecelakaan kerja di BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi diberi pelatihan wirausaha. 

Mereka adalah keluarga eks Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan juga penyandang disabilitas. 

Pelatihan sudah dilaksanakan sejak 3 hari lalu diikuti oleh sedikitnya 20 orang penerima manfaat. Mereka mendapatkan pelatihan batik hingga pembuatan aneka kreasi makanan.

Produk-produk usaha hasil pelatihan itu ditampilkan dalam acara Closing Membership Empowerment Benefit Program and PMI Fair, Jumat (26/8/2022).

Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor BPJamsostek Banyuwangi itu dihadiri oleh Direktur Utama BPJamsostek Anggoro Eko Cahyo, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani beserta jajarannya.

Anggoro Eko Cahyo mengatakan kegiatan pelatihan tersebut bernama Membership Empowerment Benefit. 

Tujuan dari pelatihan tersebut adalah agar keluarga eks peserta BPjamsostek mendapatkan skill baru dan dapat bersaing dalam mencari pekerjaan atau membuka lapangan pekerjaan sendiri.

"Mereka tidak hanya dilatih namun juga mendapatkan pendampingan dari HIPMI untuk bagaimana menjualnya. Kami juga bersinergi dengan sejumlah pihak, kami berharap tidak mandek pada skill tapi juga bisa berkelanjutan. Sehingga target meningkatnya harapan penghidupan yang lebih baik bisa tercapai," kata Anggoro.

Kegiatan itu sendiri merupakan program yang berkelanjutan. Salah satu wilayah yang getol dan aktif mengawal program tersebut yakni Provinsi Jawa Timur.

"Jawa Timur ini aktif sehingga ini bisa dicontoh oleh wilayah lainnya. Program ini merupakan yang ke dua, pertama dilakukan tiga bulan lalu. Akan terus kita evaluasi, pelatihan apa yang dibutuhkan dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan penyerahan santunan kematian dan manfaat beasiswa kepada 3 ahli waris.

Selanjutnya bantuan 68 paket alat pelindung diri (APD) dari PT. ASDP Indonesia Ferry dan 15 paket bahan pangan pokok dari PT. Istana Cipta Sembada.

Ada pula bantuan perlindungan pekerja rentan yang dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui APBD bagi 5 ribu nelayan.

"Kami mengapresiasi Bupati Ipuk dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi atas kepedulian dan dukungan terhadap optimalisasi penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan di Banyuwangi. Contoh nyatanya saat ini kami menyerahkan simbolis kartu peserta kepada lima ribu nelayan yang didaftarkan melalui dana APBD Pemkab Banyuwangi," pungkasnya.

Anggoro menjabarkan dari Agustus tahun 2021 hingga Juli 2022 total pembayaran manfaat kepada peserta untuk seluruh program BPJamsostek di Banyuwangi senilai Rp 146 miliar. Jumlah klaim sebanyak 12 ribu kasus. 

Pada periode yang sama, manfaat maksimal beasiswa pendidikan anak yang diberikan senilai Rp 645 juta kepada 182 anak yang berhak.

Anggoro menyebut jumlah tenaga kerja di Banyuwangi yang sudah terlindungi BPJamsostek per Agustus 2022 terbilang masih minim.

Yakni sebanyak 123 ribu tenaga kerja atau sekitar 19%, di mana masih ada sekitar 524 ribu lagi tenaga kerja yang belum terlindungi.

"Kami mengajak kepada seluruh pekerja, apapun pekerjaannya baik nelayan, petani, pedagang, pekerja transportasi dan juga kepada pemberi kerja untuk memastikan dirinya terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan, karena dengan memiliki perlindungan, pekerja dapat bekerja dengan aman dan tenang sehingga berujung kepada masyarakat Banyuwangi yang produktif dan sejahtera," tandas Anggoro.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh BPJamsostek.

Bantuan pelatihan itu akan semakin memupuk usaha Banyuwangi untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

"Kami mengapresiasi apa yang dilakukan BPJamsostek kepada pekerja di Banyuwangi, ini akan membantu mempercepat pemulihan ekonomi di sini yang tentu saja masih sangat terdampak akibat pandemi Covid-19," ucap Ipuk.

Ipuk menyatakan, siap bersinergi untuk memaksimalkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada seluruh pekerja yang ada di Kabupaten Banyuwangi. 

"Kami sudah berkolaborasi dengan BPJamsostek. Beberapa staf mitra pemerintah daerah juga sudah terdaftar sebagai peserta. Tentu kita akan bekerjasama dan kita maksimalkan, sama-sama mendorong terlindunginya pekerja oleh BPJamsostek," tandasnya. (Ikhwan)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

BPJamsostek Berdayakan Eks Peserta Jaminan di Banyuwangi Lewat Sektor Usaha 

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT