Kamis, 06 Oktober 2022
Peristiwa Nasional

Dampak Kenaikan BBM Di Jember, Penumpang Bus Antar Provinsi dan Angkutan Kota Turun 50 Persen

profile
Rochul

16 September 2022 18:14

723 dilihat
Dampak Kenaikan BBM Di Jember, Penumpang Bus Antar Provinsi dan Angkutan Kota Turun 50 Persen
Kondisi Bus Antar Provinsi di Terminal Tawang Alun Kabupaten Jember. (SJP)

JEMBER - Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan pemerintah. Berdampak pada turunnya jumlah penumpang bus antar provinsi. Termasuk juga untuk angkutan kota (angkot) Klenting kuning (Lin Kuning).

Tampak terlihat di Terminal Tawangalun, Kecamatan Rambipuji, Jember. Penurunan jumlah penumpang diketahui mencapai 50 persen, sebelum adanya kenaikan harga BBM.

Para sopir bus antar provinsi itu mengeluh dengan turunnya jumlah penumpang. 

Menurut Salah Seorang Sopir Bus antar Provinsi Suparmo, untuk jumlah penumpang saat ini kondisinya dirasakan menurun drastis.

“Dampaknya sangat drastis dengan adanya kenaikan BBM ini. Ya penumpang yang tadinya lumayan, bisa 25-30 orang. Sekarang turun jadi 10 paling banyak 15 orang. Dari Terminal Tawangalun. Jika di persentase turunnya kurang lebih 50 persen,” kata Suparmo saat dikonfirmasi di Terminal Tawangalun, Jum'at (16/9/2022).


Dengan kondisi tersebut, keluh kesah sopir sangat terasa dampak akibat kenaikan BBM.

“Padahal kami juga harus memenuhi target dari perusahaan. Yang biasanya minimal 30 orang itu setiap kali angkut penumpang. Tapi kondisi sekarang ini ya kita kesulitan,” sambungnya.

Dengan kondisi tersebut, diakui Suparmo, pihaknya kesulitan jika harus memenuhi target agar penumpang busa sesuai yang diharapkan.

“Kami di target setiap hari harus ada penumpang tiap hari. Kami juga ditarget waktu tempuh. Tidak bisa sembarangan untuk berhenti di terminal yang dilewati hanya untuk cari penumpang,” katanya.

Untuk kenaikan harga tiket bus, Suparmo juga menyampaikan, pihaknya terpaksa harus melakukan penyesuaian.

“Untuk tiket, terpaksa harus naik 20 persen kira-kira. Yang sebelumnya Rp 240 ribu. Sekarang Rp 295 ribu. Jadi ada selisih Rp 50 ribu,” ungkap sopir bus jurusan Jember - Cilacap itu.

Kebijakan kenaikan harga tiket itu, sambungnya, memang tanpa menunggu aturan dari pemerintah.

“Ya bagaimana lagi, kita terkendala biaya operasional juga yang ikut berpengaruh. Jadi ya harus segera melakukan strategi untuk menutupi biaya operasional,” sambungnya.

Senada dengan Suparmo, sopir angkot Lin Kuning Jatmiko juga mengakui hal yang sama.

Dampak pandemi yang selama dua tahun memberikan banyak kerugian dengan menurunnya penumpang. Saat ini ditambah kenaikan harga BBM, tidak memberikan keuntungan untuk perbaikan ekonomi.

“Kami harus berhadapan dengan ojol (ojek online). Sekarang terkena dampak BBM. Penumpang merosot 50 persen,” kata sopir Lin Kuning jurusan Tawangalun - Arjasa itu.

Dengan kondisi ini, lanjutnya, pihaknya pun berharap pemerintah segera melakukan penyesuaian tarif untuk penumpang.

“Nah kalau tidak, kita kesulitan untuk menutup biaya operasional. Kami berharap pemerintah segera melakukan penyesuaian tarif untuk lin ini,” ucapnya. (Ulum)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Dampak Kenaikan BBM Di Jember, Penumpang Bus Antar Provinsi dan Angkutan Kota Turun 50 Persen

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT