Minggu, 22 Mei 2022
Peristiwa Nasional

Menhub Budi Karya Sumadi Disomasi Sholeh, Ini yang Dilakukan jika 3x24 Jam Diabaikan

profile
Andy

08 Mei 2022 10:50

1.2k dilihat
Menhub Budi Karya Sumadi Disomasi Sholeh, Ini yang Dilakukan jika 3x24 Jam Diabaikan
Pengacara M Sholeh saat mengirimkan surat somasi ke Menhub Budi Karya Sumadi terkait tol gratis jika antrean lebih dari 1 kilometer. (Andy/SJP)

MOJOKERTO - Pengacara kenamaan M Sholeh tidak sekadar menggertak, tapi benar-benar melayangkan somasinya ke Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Sabtu (7/5/2022) siang.

Layangan gugatan itu menyusul unggahan video YouTube, kritikannya di channel akun miliknya Cak Sholeh.

Pengacara kenamaan ini sebelumnya tercatat pernah berhasil menggugat Permenhub 108 terkait transportasi online di MA.

Ada 12 poin yang disampaikan dalam surat somasinya, di antaranya sebagaimana banyak diberitakan media online, pada 22 April 2022 demi kelancaran arus mudik dan arus balik, bapak (Sholeh menyebut demikian ke Menteri Perhubungan) punya program akan menggratiskan biaya tol jika terjadi antrian lebih dari 1 kilometer menjelang pintu gerbang tol.

Sholeh juga menyampaikan, gagasan bapak ini disambut dengan suka cita oleh masyarakat yang akan mudik, sebab sudah dua tahun pemerintah melarang mudik akibat pandemi Covid-19. 

"Namun, pada hari Rabu tanggal 4 Mei 2022 sekitar jam 12 siang, saya bersama keluarga menggunakan mobil menuju Trawas Mojokerto lewat jalan tol arah Malang, tapi menjelang pintu gerbang tol Sidoarjo, terjadi antrean lebih dari 1 kilometer, dan ini dibuktikan dengan saya foto papan warna hijau penunjuk jika pintu keluar tol Sidoarjo 1 kilometer lagi. Itu artinya sesuai dengan janji bapak jika terjadi antrian pintu tol lebih dari 1 kilo meter akan digratiskan," ungkap Sholeh.

Faktanya, lanjut Sholeh, faktanya saat keluar pintu tol Sidoarjo arah Malang, tidak ada petugas yang jaga dimesin tempel  kartu tol, dan pihaknya serta pengguna mobil lainnya membayar seperti biasa, yaitu, dari Waru ke Sidoarjo arah Malang sebesar Rp. 9.000., (sebilan ribu rupiah). Itu artinya janji bapak tidak sesuai fakta dilapangan, kita sebagai masyarakat terkena PRANK bapak, kita kena PHP janji bapak sebagai Menteri Perhubungan.

"Bisa saja yang menjadi korban PHP bapak tidak hanya masyarakat yang lewat pintu tol Sidoarjo. Bisa saja pintu tol Mojokerto, pintu tol Waru Gunung Surabaya, pintu tol Jombang, pintu tol Nganjuk, pintu tol Ngawi sampai pintu tol Jakarta. Karena, saya searching di internet, belum ada masyarakat yang senang mendapati gratis tol karena antrian lebih dari 1 kilometer.," jelasnya.

Pengacara M Sholeh saat mengirimkan surat somasi terkait tol gratis jika antrian lebih dari 1 kilometer

Menurutnya, gratis tol itu tidak penting selama pintu tol dibuka semua. Itu sudah kerja maksimal dari petugas tol.

Bahwa soal kemacetan di hari lebaran bukanlah barang baru, dan sudah menjadi fenomena tahunan karena volume kendaraan yang tinggi pada jam-jam tertentu, apalagi, sekarang dua tahun baru diperbolehkan mudik.

Ketika terjadi kemacetan di pintu tol bukanlah kesalahan bapak sebagai Menteri Perhubungan dan juga bukan kesalahan dari petugas tol, tapi karena volume kendaraan yang memang menumpuk pada jam-jam tertentu.

"Yang kami sesalkan, tidak ada ucapan permintaan maaf dari bapak terkait tidak bisa dilaksanakannya janji bapak, padahal warga masyarakat pengguna jalan tol sudah senang membaca berita janji bapak tersebut," harapnya.

Sholeh mengungkapkan, awal pemberitaan media tanggal 22 April 2022 janji bapak tidak bersayap ini dan itu, tapi pada tanggal setelahnya diralat oleh juru bicara Kementrian Perhubungan ADITA IRAWATI ( 28 April 2022) yang menyatakan tol gratis dengan syarat jika ada kesalahan dari pihaknya, misalnya “mesin pembayaran pintu tol tidak berjalan dengan baik, juga tol gratis menjadi diskresi kepolisian. Padahal di awal bapak tidak pernah menjelaskan gratis dengan syarat ini dan itu.

Ia menduga, Menhub tidak merapatkan dulu sebelum menyampaikan ke media terkait tol gratis jika antrian 1 Km menjelang pintu tol, bagaimana penerapan dan konsekwensi tol gratis.

Sholeh menduga, pengelola tol akan mengalami kerugian miliaran rupiah, bila program bapak diterapkan. Dan benar, akhirnya kebijakan ini diralat, yang penerapannya tidak sekedar ada antrian lebih dari 1 Km menjelan pintu tol, tapi ada syarat ini dan itu.

"Berdasarkan uraian di atas, saya mensomasi bapak sebagai Menteri Perhubungan untuk meminta maaf kepada masyarakat karena tidak bisa melaksanan janji bapak untuk menggratiskan tol jika ada antrian menjelang 1 kilometer pintu tol, sebagaimana janji bapak di awal," ujanya.

"Apabila dalam waktu 3 X 24 jam setelah diterimanya surat somasi ini bapak tidak meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat, kami akan mengambil langkah hukum baik pidana dan perdata," tegasnya.

Ketika dikonfirmasi jurnalis suarajatimpost.com, Sholeh menyatakan keseriusannya dalam menyomasi Menhub dengan dilayangkan surat somasi itu, kemarin Sabtu (7/2/2022) siang.

Sholeh tetap bersikukuh jika tidak ada permintaan maaf maka gugatan perdata maupun pidana sudah ia siapkan.

Editor: Noordin Djihad

Tags
Anda Sedang Membaca:

Menhub Budi Karya Sumadi Disomasi Sholeh, Ini yang Dilakukan jika 3x24 Jam Diabaikan

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT