Kamis, 30 Juni 2022
Peristiwa Nasional

Dihadang Polisi dan Pengeras Suara Dirampas, Warga Dusun Seketi Mojokerto Kekeh Geruduk Galian C

profile
Andy

14 Juni 2022 07:50

710 dilihat
Dihadang Polisi dan Pengeras Suara Dirampas, Warga Dusun Seketi Mojokerto Kekeh Geruduk Galian C
Warga Desa Seketi geruduk Galian C. (SJP)

MOJOKERTO - Meski dihadang polisi dan Toa (pengeras suara) dirampas, tak menyurutkan semangat ratusan warga Dusun Seketi, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto menyuarakan aspirasi.

Warga tetap kekeh menggeruduk lokasi tambang. Mereka menuntut penutupan aktivitas galian C, Senin siang 13 Juni 2022.

Warga sempat dihadang aparat keamanan menuju area pertambangan. Truk polisi diparkir untuk mengalau pengunjuk rasa. Tidak berhenti disitu, polisi juga merampas pengeras suara pendemo. 

Sempat terjadi dorong-mendorong antar warga dan aparat. Namun warga bersikukuh mendatangi area pertambangan. 

Berbagai tulisan spanduk dibentangkan warga ditujukan kepada Bupati.

"Bu Bupati tolong Perhatikan Kerusakan Lingkungan di Bumi Majapahit #saveSeketi".

"Kami juga wargamu, Bupati Jangan Mau kalah Dengan Predator Perusak Lingkungan
#saveseketi, dalam tulisan tersebut"

Mereka juga membentangkan bertuliskan untuk Kapolri. 

"Pak Kapolri!!! Tolong Hukum Berat Perusak lingkungan #saveSeketi. Tolong Tangkap Predator Galian C Ilegal #SaveSeketi, " tulisnya. 

"Kami minta penutupan penambangan galian c baik yang legal maupun ilegal, karena berdampak buruk bagi warga," ungkap Toyyib warga pengunjukrasa. 

Menurutnya, akses jalan utama menuju Dusun Seketi licin dan berlumpur. Jalan desa menjadi rusak dilalui truck dan alat berat setiap hari. 
Kerusakan jalan ini berakibat korban kecelakaan saat melintas tersebut. 

"Kondisi jalan sudah diketahui oleh pengusaha dan pemerintah Desa, namun tidak ada tindakan apa-apa," terangnya. 

Toyyib mengeluh sumur keruh dan asat (kering). 
Menjadi aneh ketika penggunaan harus kekeringan. Sebelum adanya penambahan batuan ini air sumur mudah. Namun, kalau musim kemarau menjadi susah. 

"Kami juga kesulitan air bersih, sejak adanya penambangan ini, mata air jadi asat. Sumur kering, karena sumber-sumber sudah rusak. Sekarang air tadah hujan. Padahal ini pegunungan, kok bisa susah air bersih," tambahnya. 

Aktivitas pertambangan batuan ini menunjukkan dampak kerusakan kondisi lingkungan yang parah. Rudi (32) warga Seketi yang lain mengeluhkan aliran limbah pertambangan ini. 

Limbah bekas tambang mengalir tepat di belakang rumahnya. Limbah bekas tambang menghantam bagian bawah kamar mandinya. Alhasil, kamar mandinya menggantung dan siap roboh. 

"Tembok rumah kami retak, dinding dapur dan kamar mandi kami juga retak, " tegasnya. 

Aktivitas pertambangan batuan juga merusak area persawahan dusun Seketi. Hal ini dapat di lihat dari tingkat kekeruhan aliran irigasi pertanian (Sawah). 

Ditempat yang sama, Kepala Desa Zainal Arifin penambang ini sudah berijin. Warga menginginkan menutup galian C. Namun dirinya tidak punya wewenang untuk menutup. Menurutnya, setidaknya 23 Hektare Widhisulton kuasai wilayah Desa Jatidukuh.

"Ya berizin, atas nama Widisulton sebanyak 23 Hektare, namun titik kordinatnya kami tidak paham, dan ijin tersebut terbit sebelum saya menjabat lurah" ungkap Arifin. 

Masih kata Kades, ada warga yang menjual sawahnya kepada pengusaha dan tidak ada koordinasi dengan pemdes. Ia juga prihatin kepada warga yang menjual lahannya tanpa sepengetahuannya. 

"Warga sudah menolak bego masuk (menolak penambangan) namun ada yang menjual sawahnya ke pengusaha," kata Kades. 

"Saran saya, pemilik lahan untuk membatalkan jual beli dengan pengusaha. Atau menyetop alat berat itu, " tambahnya Arifin. 

Menurut Arifin, jalan akses Dusun Seketi sudah dianggarkan melalui Dana Desa. 

"Ya, 2023 nanti akan diperbaiki melalui dana Desa, " tandasnya. 

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Aan (29) mengatakan tuntutan warga untuk menutup pertambangan galian c berhasil. Menurutnya, hasil dari musyawarah dengan aparat desa, aparat penegak hukum dan forkopincam membuahkan hasil. 

"Ya Alhamdulillah, tuntutan warga membuahkan hasil. Area galian C ini ditutup," tegasnya. 

Hal senada juga disampaikan Kapolsek Gondang Syaiful Isro' siap mengawal penutupan galian ini. Ia juga meminta kepada warga untuk ikut aktif mengawasi keputusan ini. 

"Seperti yang disampaikan ketua karang taruna ini. Kanan-kiri kita sepakat untuk ditutup. Sekarang saya minta kepada bapak-ibu untuk kembali ke rumah masing," terangnya. (Andy)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Dihadang Polisi dan Pengeras Suara Dirampas, Warga Dusun Seketi Mojokerto Kekeh Geruduk Galian C

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT