Rabu, 17 Agustus 2022
Peristiwa Nasional

Dua Tahun Terakhir Defistit, Kini BPJS Kesehatan Surplus 38 Triliun

profile
Andy

06 Juli 2022 13:33

481 dilihat
Dua Tahun Terakhir Defistit, Kini BPJS Kesehatan Surplus 38 Triliun
BPJS Kesehatan Surplus Rp 38 Triliun. (SJP)

MOJOKERTO - Tak lagi defisit, kini BPJS Kesehatan semakin sehat. Terbukti dengan dicatatkannya surplus aset neto dana jaminan sosial kesehatan Rp38,76 triliun di sepanjang 2021 lalu.

Kondisi tersebut membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang mana BPJS Kesehatan mencatatkan defisit senilai Rp5,69 triliun pada 2020, dan defisit Rp51 triliun pada 2019.

Dengan capaian tersebut, BPJS Kesehatan sukses mempertahankan predikat Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) untuk laporan keuangan 2021 dari akuntan publik.

Pelaporan Keuangan Tahun 2021 diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Doli Bambang Sulistiyanto Dadang & Ali (DBSD&A) (anggota dari BKR Internasional) dengan rekan penanggung jawab adalah Doli Diapary Siregar, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia.

Dalam sesi public expose di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menyampaikan, predikat WTM kedelapan secara berturut-turut yang diraih sejak BPJS Kesehatan beroperasi tahun 2014, dan predikat ke-30 sejak era PT Askes (Persero).

"Kondisi Keuangan Dana Jaminan Sosial (DJS) per 31 Desember 2021 telah sesuai ketentuan. Yaitu telah  mencukupi 5, 15 bulan estimasi pembayaran klaim ke depan. Hal ini berdasarkan rata-rata klain bulanan selama 12 bulan terakhir sejak tanggal pelaporan," ungkap Ali Ghufron Mukti, Selasa kemarin 5 Juli 2022 yang diikuti secara daring lewat zoom dan offline di Jakarta.

Dirut BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti bersama jajaran

Capaian BPJS Kesehatan Selama tahun 2021

Jika, perkembangan cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan selama tahun 2020 hanya 222.461.906 jiwa. Kini pada tahun 2021, meningkat menjadi 235.719.962 jiwa atau bisa dikatakan mencapai 86,07 persen dari penduduk Indonesia per 31 Desember 2021 yang berjumlah 273.879.750 jiwa.

Sedangkan, untuk layanan kepesertaan pun dibagi menjadi dua, yakni tatap muka dan non tatap muka. Untuk layanan tatap muka sendiri dibagi menjadi beberapa. Yakni 2,1 juta kunjungan peserta di kantor cabang; 16,5 ribu pemanfaatan kegiatan Mobile Customer Service dan 84 Mal Pelayanan Publik (MPP).

Sementara itu, layanan non tatap muka telah diakses oleh jutaan pemanfaatan. Antara lain, layanan Chika dengan total 32,5 juta pemanfaatan, JKN Mobile dengan total 17,4 juta pemanfaatan, Nomor Tunggal Pandawa dengan total 4,3 juta pemanfaatan dan terakhir BPJS Kesehatan Care Center 165 dengan total 1,8 juta pemanfaatan.

Pendapatan iuran pun naik dari Rp 139,85 triliun pada tahun 2021 menjadi 143,32 triliun. Angka tersebut merupakan akumulasi tahunan pendapatan iuran dari peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), Non PBI dan Penduduk yang Didaftarkan oleh Pemda. Non PBI sendiri terdiri dari Pekerja Penerima Upah, Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja.

Ada beberapa upaya pengumpulan iuran JKN. Yang pertama auto debit yang telah 7 jutaan peserta, mengingat dengan layanan ini paling efisien dan memudahkan pembayaran serta 
mencegah lupa membayar agar status kepesertaan aktif.

Kedua, Program Inovasi Pendanaan Masyarakat Peduli JKN (PIPMPJ) memberikan ruang bagi masyarakat luas untuk berbagi kebaikan bagi peserta PBPU (mandiri) kelas 3 yang memiliki tunggakan dan tidak mampu membayarkantunggakannya. Sampai dengan tahun
2021, sebanyak 8.190 peserta sudah menerima bantuan.

Ketiga, Telekolekting. Yakni upaya penagihan terbaik kedua setelah autodebit melalui telepon
yang dilakukan oleh sekitar 355 petugas Telekolekting BPJS Kesehatan sekaligus melakukan
edukasi peserta yang menunggak iuran.

Keempat, Rehab. Program Pembayaran Tunggakan Iuran secara Bertahap (REHAB) bagi peserta dengan tunggakan iuran di atas 4 bulan. Periode Januari - Juni 2022 peserta yang telah terdaftar
Program REHAB mencapai hampir 125 ribu peserta.

Kelima, Kader JKN. Mitra BPJS Kesehatan (Perorangan) yang melakukan fungsi edukasi, sosialisasi,
pengumpulan iuran, dan fungsi pemasaran sosial Program JKN kepada masyarakat sampai dengan Desember 2021 berjumlah 2.109 kader.

Terakhir, agen institusi. Kolaborasi dengan mitra pembayaran iuran sampai ke pelosok melalui agen yang dimiliki mitra. Tak hanya itu, BPJS Kesehatan telah menyediakan 696.569 kanal pembayaran untuk memudahkan peserta JKN membayar iuran Melalui Bank (BUMN, Swasta dan Daerah), Jaringan Retail, Jaringan Gerai Tradisional hingga e-Commerce.

Hingga 31 Desember 2021, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 23.608 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 2.810 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (rumah sakit). (Andy)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Dua Tahun Terakhir Defistit, Kini BPJS Kesehatan Surplus 38 Triliun

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT