Jumat, 03 Februari 2023
Peristiwa Nasional

Edu-Aksi, Pohon Natal Tinggi 7 Meter Dari 200 Galon Bekas Air Mineral Dibuat Di Jember 

profile
Rochul

25 Desember 2022 15:21

333 dilihat
Edu-Aksi, Pohon Natal Tinggi 7 Meter Dari 200 Galon Bekas Air Mineral Dibuat Di Jember 
Pohon Natal Dari Galon Bekas Air Mineral. (SJP)

KABUPATEN JEMBER – Gereja Santo Yusuf Jalan Kartini, Kecamatan Kaliwates, Jember, memiliki cara unik saat merayakan Natal Tahun ini. Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan para jemaat melakukan recycle (daur ulang, red). 

Umat Gereja itu membuat pohon natal dari tumpukan galon bekas air mineral disulap menjadi pohon natal. 

Pastor Paroki Santo Yusup Jember Romo Yoseph Utus, O Carm, untuk pohon natal itu, dibangun secara swadaya oleh para umat gereja.

“Untuk pohon natal ini, kurang lebih ada 200 galon air, kemudian dibentuk menjadi pohon setinggi kurang lebih 7 meter dan diameter di bawahnya sekitar 3 meter,” kata Rom saat perayaan Natal di Gereja Santo Yusup, Minggu (25/12/2022).

Ditanya apakah ada makna khusus dari dibuatnya pohon natal dari dua ratus galon ini?

“Tidak ada makna khusus, tapi kami ingin mengangkat kepedulian umat untuk lebih peduli dengan lingkungan. Bagaimana memanfaatkan barang-barang yang ada, untuk dapat di recycle (didaur ulang) kembali menjadi hal-hal yang bermanfaat,” ungkapnya.

Lebih lanjut pastor menjelaskan, kemarin selama kurang lebih dua tahun kita pandemi covid tidak bisa beraktifitas secara terbuka.

"Meskipun saat ini juga masih pandemi belum selesai betul. tapi dengan adanya kelonggaran ini. Kami tetap mengingatkan umat untuk menjaga lingkungan. Agar terhindar dari wabah ataupun penyakit," kata dia.

Ide pembuatan pohon natal dari galon air bekas ini, katanya, adalah ide kreatif umat gereja. 

“Juga sesuai dengan tema yang ada tahun ini. Maka Pulanglah Mereka Ke Negerinya Melalui Jalan Lain (Matius  2:12)," imbuhnya.

Ia mengajak seluruh umat bergerak mengatasi pandemi. berjuang bersama Tuhan agar dapat melewati pandemi ini bersama.

"Makna jalan lain itu, adalah jalan kasih, jalan kepedulian, dan jalan pengertian seperti jalan yang Tuhan tunjuk,” ulasnya.

Menurut Romo Utus, belajar dari pengalaman pandemi Covid-19 saat ini. Umat Nasrani harus bangkit dan lebih kuat. “Agar terlepas dari cobaan hidup ini,” ucapnya.

Terkait perayaan Natal tahun ini, lebih lanjut Romo Utus menyampaikan, untuk kegiatan di Gereja akan dilakukan secara offline (tatap muka langsung, red).

“Tentunya mempertimbangkan pembatasan kegiatan sudah lebih longgar. Hal ini patut kita syukuri, karena saat online kemarin kita tidak bisa beribadah dengan baik. Kalau online kita kan hanya menonton saja, tidak langsung beribadah bersama dengan jemaat lainnya,” kata Romo Utus.

Namun demikian, lanjutnya, untuk protokol
Kesehatan Covid-19 tetap diterapkan sesuai aturan.

“Untuk kegiatan Misa Natal tadi malam contohnya, dilakukan dua kali. Karena pembatasan jumlah jemaah. Misa natal pertama pukul setengah 6 sore dan kedua pukul 9 malam. Setiap shift diikuti oleh kurang lebih 500 jemaat. Dengan setiap bangku dibatasi 5 orang,” jelasnya. (Ulum)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Edu-Aksi, Pohon Natal Tinggi 7 Meter Dari 200 Galon Bekas Air Mineral Dibuat Di Jember 

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT