Rabu, 07 Desember 2022
Peristiwa Nasional

Kapolda Jatim Benarkan Penembakan Gas Air Mata, PWNU Jatim: Copot Jabatan Nico

profile
Doi

03 Oktober 2022 08:00

865 dilihat
Kapolda Jatim Benarkan Penembakan Gas Air Mata, PWNU Jatim: Copot Jabatan Nico
PWNU Jatim desak Kapolda Jatim dicopot jabatannya. (SJP)

KABUPATEN MALANG – Kapolda Jatim membenarkan Langkan aparat keamanan menembakkan gas air mata dalam pernyataan resminya, memantik reaksi kemarahan Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur (Jatim).

Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdussalam Shohib menyesalkan pernyataan Kapolda Jatim, sebab pada faktanya, saat gas air mata ditembakkan, semua gerbong stadion belum dibuka sebagai akses keluar.

Kronologi kericuhan ini bermula ketika skuad tuan rumah, Arema FC, dinyatakan kalah dalam laga melawan Persebaya pada Sabtu malam 1 Oktober 2022 selumbari, dengan skor 2-3.

Bermaksud memberikan semangat kepada pemain Arema FC setelah semua pemain Persebaya masuk ruang ganti, sejumlah pendukung Arema turun dari tribun penonton ke tengah lapangan.

Karena situasi dianggap kacau, kepolisian sempat mengadang penonton, dengan anjing pelacak dan memukul beberapa penonton agar kembali ke tribun, kemudian menembakkan gas air mata.

Namun, gas air mata itu tak hanya ditembakkan ke arah pendukung yang turun ke lapangan, tapi juga ke tribun penonton yang tidak ikut turun.

Pada situasi ini para supporter pun panik, sebab gerbang akses keluar masih terkunci sementara asap gas air mata semakin tebal.

Massa lantas berdesak-desakan keluar dari stadion, dan ditengah kepanikan itu, sejumlah korban mengalami sesak napas, terjatuh, dan terinjak-injak hingga tewas.

KH Abdussalam Shohib menganggap bahwa Kapolda Jatim dan Kapolres Malang harus dicopot dari jabatannya, sebab tragedi yang memakan korban hingga 182 nyawa.

"Kapolri wajib mencopot kapolda Jatim dan kapolres Malang. Itu sebagai bentuk pertanggungjawaban pimpinan," ujar Wakil Ketua PWNU Jatim ini, Minggu 2 Oktober 2022 kemarin.

Gus Salam memberikan apresiasi, ketika Presiden Joko Widodo, meminta menghentikan kompetisi sepak bola hingga penanganan terhadap korban dan pengungkapan tragedi ini tuntas.

Untuk mengungkap detail tragedi ini, Gus Salam juga minta pemerintah membentuk tim investigasi dengan melibatkan FIFA, aparat penegak hukum, ahli yang independen, dan Komnas HAM.

"Harus tegas. Pemerintah harus mengungkap tragedi ini sampai tuntas hingga akar masalahnya," tutur Gus Salam.

Bahkan, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada ratusan korban meninggal, Gus Salam menyarankan semua pengurus PSSI harus mundur atas tragedi Kanjuruhan dan keluarganya.

"PSSI wajib bertanggung jawab. Semua pengurusnya harus mundur. Itu sebagai bentuk respect terhadap korban dan keluarganya," kata Gus Salam.

Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta memastikan bahwa penembakan gas air mata kepada suporter Aremania di atas tribun saat terjadi kericuhan sudah sesuai prosedur.

Menurut Nico, hal itu sebagai upaya menghalau serangan suporter yang merangsek turun ke lapangan dan berbuat anarkis.

"Sehingga, para suporter berlarian ke salah satu titik di pintu 12 Stadion Kanjuruhan. Saat terjadi penumpukan itulah banyak yang mengalami sesak napas," ungkapnya dalam konferensi pers di Mapolres Malang, Minggu pagi 2 Oktober 2022 kemarin.

Namun, Nico memastikan bahwa dari sekitar 42.288 suporter yang memenuhi tribun, tidak semuanya turun ke dalam lapangan.

"Hanya sebagian yang turun ke lapangan. Sekitar 3.000 suporter," jelasnya.

"Seandainya suporter mematuhi aturan, peristiwa ini tidak akan terjadi. Semoga tidak terjadi lagi peristiwa semacam ini," imbuhnya. (Redaksi)

Editor: Redaksi

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kapolda Jatim Benarkan Penembakan Gas Air Mata, PWNU Jatim: Copot Jabatan Nico

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT