Selasa, 27 September 2022
Peristiwa Nasional

Masyarakat Tidak Merasa Dilibatkan, Peletakan Batu Pertama Cable Car Ditunda

profile
Doi

07 Agustus 2022 10:41

721 dilihat
Masyarakat Tidak Merasa Dilibatkan, Peletakan Batu Pertama Cable Car Ditunda
Agenda peletakan batu pertama Cable Car di Kota Batu ditunda. (SJP)

KOTA BATU – Rencana peletakan batu pertama mega proyek Cable Car di Kota Batu, yang sedianya dilaksanakan pada hari kelahiran mantan Wali Kota Batu Edi Rumpoko, 8 Agustus 2022 dipastikan gagal.

Bagian umum Yayasan Among Tani Foundation ( ATF ), Rinonx, mengatakan jika penundaan acara peletakan batu pertama karena masih ada hal yang belum tuntas.

Rinonx menyebutkan jika Ketua PT Among Tani Indonesia (ATI) Tomy B Satrio sedang ke Jakarta untuk menyelesaikan dokumen dan hal-hal lainnya yang terkait Cable Car.

"Semua kekurangan akan menjadi kajian tim, agar dalam pelaksanaanya nanti tidak ada persoalannya," kata dia. Jumat 5 Agustus 2022.

Rinonx berharap, semua pihak menerima dan mendukung Cable car sebagai sesuatu yang membanggakan dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ditambahkan dia, hal yang sedang dilengkapi seperti Analisis Dampak Lingkungan ( Amdal ) dari Pemkot Batu, juga dokumen perjanjian dengan warga desa menyangkut saham yang akan diikutsertakan.

Selanjutnya, perjanjian dengan desa menyangkut tanah kas desa yang dipakai, terkait manfaa adanya Cable Car bagi masyarakat sekitar.

Terpisah, Kepala Desa Oro-oro Ombo, Wiwieko mengaku jika sampai saat ini belum ada perjanjian tertulis antara pihaknya dengan PT Among Tani Indonesia menyangkut kerjasama pemanfaatkan lahan kas desa.

"Belum ada perjanjian tertulis antara kami, pada 1 Juni lalu saya hanya diundang menyaksikan penandatanganan MoU saja saat acara di Kantor ATF," kata Wiwieko.

Demikian pula, lanjut Wiwieko, belum ada kejelasan tentang berapa nilai saham warga yang andil untuk berinvestasi juga keuntungannya, juga kesediaan pihak PT untuk memanfaatkan tenaga kerja warga Batu.

"Saya tegaskan, kami tidak ingin menjadi penonton dilahan kami, jadi kami ingin dilibatkan sehingga proyek ini dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat ” tegas dia.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat Ketua Asosiasi Petinggi Lurah (Apel) Kota Batu ini, tidak menginginkan pembangunan Cable Car berdampak pada keasrian alam di Desa Oro-oro Ombo.

"Kami khawatir ada pemotongan pohon. Desa Oro-Oro Ombo harus tetap hijau,” pintanya.

Sebagai informasi, stasiun utama atau tempat wisatawan naik cable car akan dibangun di Rest Area Jalibar, Desa Oro-oro Ombo.

Rutenya, menuju stasiun di Coban Rais berjarak 1 kilometer yang berfungsi sebagai tempat putar balik cable car kembali ke stasiun utama. Jadi, para penumpang hanya bisa naik dan turun di stasiun utama.

Pembangunan kereta gantung Kota Batu mengacu pada proyek strategis nasional untuk percepatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah kawasan.

Hal itu sudah tertuang dalam Perpres Nomor 80 tahun 2019. Dari yang awalnya rencana pendanaan Rp 300 M dengan jarak 4-5 kilometer, akhirnya diputuskan untuk merealisasikan pendanaan Rp 100 miliar dengan jarak 1 kilometer.

Dengan munculnya nama Yayasan Among Tani Foundation dalam perencanaan proyek ini, juga PT Among Tani Indonesia sebagai pelaksana dipastikan bahwa dinasti Edi Rumpoko akan merambah wisata yang melibatkan tanah kas desa, atau tanah milik negara. (Doi Nuri)

Editor: Redaksi 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Masyarakat Tidak Merasa Dilibatkan, Peletakan Batu Pertama Cable Car Ditunda

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT