Kamis, 06 Oktober 2022
Peristiwa Nasional

Peristiwa Restorative Justice Pertama di Kota Batu

profile
Doi

16 Agustus 2022 20:50

469 dilihat
Peristiwa Restorative Justice Pertama di Kota Batu
Kajari Batu memimpin jalanya restorative justice di Kantor Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. (Doi/SJP)

KOTA BATU – Peristiwa restorative justice pertama di Kota Batu, terjadi di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dengan kasus penganiayaan.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu membebaskan tersangka perkara pidana pasal 351 KUHP.

Warga Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Dwi Fitakul Nurhuda dibebaskan Jaksa Agung Muda Tipidum, dengan kebijakan restorative justice.

Asas restorative justice diberikan, lantaran tersangka menanggung hidup satu orang anak bersama istrinya.

Diketahui, Dwi terjerat perkara hukum karena melakukan penganiayaan terhadap korban Yudi Susanto, yang masih sepupunya karena emosi.

Selanjutnya, Kejari Kota Batu melakukan restorative justice untuk membebaskan tersangka dan disetujui Jaksa Agung Muda pada Rabu 10 Agustus 2022.

Dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batu, Agus Rujito, langkah ini merupakan upaya restorative justice pertama kali yang dilakukan Kejari Batu.

"Pertimbangannya karena keluarga tersangka yang memprihatinkan, juga antara korban dan tersangka masih terikat hubungan keluarga," kata Rujito. Selasa (16/8/2022).

Sebagai informasi, istri tersangka setelah suaminya terjerat hukum, harus menghidupi anaknya yang masih sekolah di tingkat PAUD.

"Bahkan anaknya sempat sakit selama 3 hari. Istri tersangka memohon dengan sangat agar suaminya dapat kembali bersama keluarga,'' terang Kajari Batu.

Selanjutnya, masih kata dia, Kejari Batu mengunjungi keluarga korban dan melahirkan rumusan damai sebab korban menyatakan telah memaafkan perbuatan tersangka.

Perdamaian terjadi pada 2 Agustus 2022 lalu. Kedua belah pihak menyatakan berdamai dengan disaksikan banyak pihak.

Kemudian Kejari Batu mengajukan permohonan Restorative Justice ke Kejati Jawa Timur dan diteruskan Ke Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI dengan alasan restotative justice.

Setelah kedua belah pihak sepakat berdamai, bahwa tersangka belum pernah berurusan dengan hukum hingga pertimbangan sosiologis.

Maka atas persetujuan dan perintah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Kepala Kejari memutuskan menghentikan penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif sebagai perwujudan kepastian hukum. (Doi Nuri)

Editor: Redaksi 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Peristiwa Restorative Justice Pertama di Kota Batu

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT