Senin, 28 November 2022
Peristiwa Nasional

Resmikan Bioetanol di Mojokerto, Joko Widodo : Kita Perkuat Ketahanan Energi

profile
Andy

04 November 2022 14:30

734 dilihat
Resmikan Bioetanol di Mojokerto, Joko Widodo : Kita Perkuat Ketahanan Energi
Direktur Utama PTPN III (Persero) Holding Perkebunan, Mohammad Abdul Ghani menjelaskan Industri Hulu - Hilir Tebu ke Presiden RI Joko Widodo. (SJP)

MOJOKERTO – Resmikan bioetanol untuk ketahanan energi, Presiden RI Ir Joko Widodo kunjungi PT Energi Agro Nusantara (Enero), Jumat (4/11/2022).

Rombongan Ir Joko Widodo tiba sekitar pukul 09.49 WIB di PT Enero, Jalan Raya Gempolkrep, Kecamatan Gedek, Kabupaten Mojokerto.

Kedatangan Presiden RI ini disambut dengan penjelasan display panel oleh Direktur Utama PTPN III (Persero) Holding Perkebunan, Mohammad Abdul Ghani terkait Industri Hulu - Hilir Tebu.

Dalam sambutannya, Ir Joko Widodo menyampaikan, dunia saat ini dibingungkan dengan dua permasalahan krusial, yakni ketahanan pangan dan ketabanan energi.

"Kita tahu semuanya, impor gula konsumsi sampai saat ini pertahun sebanyak 1.088.000 ton. Jumlah yang sangat besar, itu baru yang untuk konsumsi. Belum lagi yang untuk industri, sebesar 3.569.000 ton per tahun, padahal di tahun 1.800-an, Indonesia adalah raja gula, mengekspor ke mana-mana," ungkap Joko Widodo.

Presiden RI Joko Widodo saat meninjau perkebunan Temu Giring di Batankrajan, Gedek

Lebih lanjut, Joko Widdodo mengatakan, namun sekarang Indonesia harus mengimpor. Pasti ada sesuatu yang salah, yang harus diluruskan. Oleh karena itu, ia perintahkan kepada Menteri BUMN, Erick Thohir untuk menyiapkan bibit-bibit dengan varietas yang paling baik

"Terkait ini, kita bekerjasama dengan Brazil, yang sudah memiliki pengalaman yang baik dalam manajemen tebu dan pergulaan. Kita berharap dengan manajemen yang baik ini, dalam 5 tahun.mendatang, kita bisa mandiri dalam ketahanan pangan khususnya gula," tutur Jokowi, sapaan akrab Presiden RI asal Solo ini.

Menurutnya, sehingga kita perlu megimpor gula lagi tapi memang masih butuh waktu hingga 5 tahun mendatang. Seluruh negara di dunia dipusingkan dengan pangan dan energi, Indonesia mempunyai kesempatan untuk menyelesaikan masalah-masalah ini.

"Oleh sebab itu tadi Pak Pahala Nugraha Mansury, Wakil Menteri BUMN menyampaikan, kalau kita ingin membuat E5 butuh kurang lebih 350.000 kilo liter. Dan pabrik ini produksinya 30.000 kilo liter, itu artinya, kita butuh 10-12 pabrik seperti ini, itu baru E5," tutur Jokowi.

Lanjut, Jokowi membeberkan, kalau nanti masuk E20, tinggal dikalikan saja. Oleh sebab itu, penting sekali kerjasama petani dengan pabrik gula. Mesin-mesin di pabrik gula yang masih lama, harus diubah atau diganti dengan mesin modern semuanya agar rendemennya naik.

"Sehingga petani pun bisa diuntungkan, karena rendemennya naik. Percuma kita bicara apa saja tidak akan tersolusikan, kuncinya itu adalah bibit yang baik dan mesin modern dengan rendemen ya lng baik pula. Semuanya itu memerlukan investasi yang tidak sedikit, tetapi sudah kita niatkan untuk mengubah ini," tegasnya yang disambut tepuk tangan oleh petani.

Direktur PT Pertamina, Nicke Widyawati

Sementara itu, Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, salah satu kelebihan etanol (E5) ini lebih bagus dibandingkan dengan bahan bakar yang lain karena nilai oktannya bisa naik 2.

"Kita melakukan pengembangan bersama untuk bioenergi. Bioenergi ini cakupannya sangat luas. Tak hanya itu, kami juga membeli produk yang telah dihasilkan seperti Bioetanol. Bioetanol ini akan dicampur dengan gas oline sehingga menjadi Biogasoline.

Lebih lanjut disampaikan Nicke Widyawati, Bioetanol sendiri dihasilkan dari molase tebu. Seperti yang disampaikan Bapak Presiden, untuk mewujudkan E5, pihaknya bersama PTPN masih harus membangun 10-12 pabrik lagi karena kebutuhannya 350.000 kilo liter, sedangkan tiap pabrik hanya mampu memproduksi 30.000 kilo liter.

"Terkait harga Biogasoline ini nanti regulasinya diatur oleh pemerintah, seperti halnya dengan biodiesel (B30) yang berasal dari flame sawit. Untuk kualitasnya, bisa dikatakan lebih baik dengan bahan bakar pada umumnya, karena nilai oktannya bisa bertambah 2," pungkasnya.

Kedatangan Joko Widodo bersama rombongan ini disambut oleh Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati. Nampak hadir, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Sekretaris Negara Bapak Pratikno, Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara RI Wibisono, Dirut PTPN III Mohammad Abdul Ghani, Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati.

Selanjutnya, Presiden RI Ir Joko Widodo bersama rombongan berkunjung ke Kebun Temu Giring, Batankrajan, Gedek untuk proses penanaman tebu, penyerahan bibit varietas unggul NX04 dan yang tak kalah pentingnya berdialog dengan petani. (Andy)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Resmikan Bioetanol di Mojokerto, Joko Widodo : Kita Perkuat Ketahanan Energi

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT