Kamis, 06 Oktober 2022
Peristiwa Nasional

Setelah Didatangi Kadisparta Batu, Pernyataan Ketua RW Terkait Gapura Berubah

profile
Doi

15 Agustus 2022 15:54

971 dilihat
Setelah Didatangi Kadisparta Batu, Pernyataan Ketua RW Terkait Gapura Berubah
Kadisparta Batu Arief As Shiddiq seusai menemui Ketua RW 06 Kelurahan Sisir, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. (SJP)

KOTA BATU – Pernyataan sikap kecewa oleh tokoh masyarakat atas tingginya biaya pembangunan gapura di Jalan Kawi, Kelurahan Sisir, Kota Batu, mendadak melunak setelah kedatangan Kepala Dinas Pariwisata (Kadisparta) Batu, Arief As Shiddiq.

Sebelumnya, Ketua RW 06 Kelurahan Sisir, Kusmin, membenarkan adanya keluhan atau kritik warga tentang gapura. 

Kusmin mengaku pernah diundang pertemuan untuk membahas rencana perbaikan gapura. Hanya saja ia tidak pernah bertemu dengan pelaksana renovasi gapura tersebut.

"Itu bukan membangun, tapi hanya tambal sulam. Pondasi dan tiang penyangga sudah ada sejak dulu. Lagi pula, itu tidak sesuai dengan gambar desain yang pernah ditunjukkan ke warga," tegas dia. Senin (15/8/2022).

Namun demikian, setelah kedatangan Kadisparta beserta dua stafnya, mendadak Kusmin memberikan keterangan berbalik.

"Sudah Mas, tidak ada masalah dengan gapura, toh sebelumnya sudah dimusyawarahkan dan kami berterimakasih sudah dibangunkan gapura," kilah Kusmin enggan diwawancarai awak media.

Sekadar informasi, beberapa saat sebelum melakukan silaturahmi ke rumah Kusmin, Kepala Bidang Destinasi Wisata Kota Batu, Mustakim Wardi’i sempat melarang awak media untuk memberitakan terkait kejanggalan warga atas pembangunan gapura.

Sebelumnya, Mustakim tidak transparan menjelaskan pengerjaan proyek renovasi gapura di Kelurahan Sisir yang menelan anggaran Rp 71 juta. 

Ditemui di ruang kerjanya, Mustakim tidak banyak berbicara detail tentang royek tersebut.

Ia justru meminta agar tidak ada pemberitaan tentang proyek renovasi gapura tersebut. 

Menurut dia, suatu hal yang ganjal karena publik, khususnya warga Kelurahan Sisir tengah mempertanyakan transparansi anggaran pengerjaan proyek tersebut.

"Kami tidak ingin berpolemik di media, kalau bisa jangan ditayangkan. Intinya, bahwa dalam pelaksanaan ini kami tetap berkoordinasi dengan warga," ujarnya.

Mustakim mengklaim bahwa renovasi gapura tersebut telah mendapat dukungan warga. Ia juga mengatakan warga sangat mendukung keberadaan gapura itu.

"Kami melaksanakan pertemuan dengan seluruh warga. Kami juga berkomunikasi dengan Ketua RW. Kalau pelaksanaan teknis, kami sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sudah itu saja ya," katanya.

Mustakim membenarkan bahwa anggaran yang digunakan untuk renovasi tersebut sebanyak Rp 71 juta. 

Hanya saja dia menolak untuk menjelaskan secara detail. Ia tidak menjelaskan hal-hal apa saja yang dibutuhkan sehingga menelang anggaran sebanyak Rp 71 juta.

Mustakim mengatakan, bahwa anggaran tersebut sudah dihitung oleh konsultan pelaksana, meskipun ia juga tidak mengelak mengetahui detail kebutuhan komponen renovasi gapura. 

Sekali lagi, ia menolak menjelaskan detail anggaran publik yang telah digunakan untuk renovasi gapura.

"Tidak usah diekspos ya, supaya tidak berpolemik," tegas dia.

Kendati demikian, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq memberikan keterangan bertolak belakang degnan Mustakim.

Menurutnya, justru keberadaan gapura tersebut harus diberitakan karena tujuan dibangunnya gapura tersebut untuk pengembangan wisata.

"Tidak apa-apa diberitakan karena untuk kepentingan pembangunan. Masyarakat harus tahu kalau pemerintah membangun kepentingan kebudayaan atau ikon yang menunjukan identitas. Jadi jangan sampai masyarakat tidak tahu titik tujuan wisata," ujarnya.

Meskipun anggaran renovasi tinggi, namun Arief seperti tidak ambil pusing. 

Ia mengatakan bahwa anggaran itu telah diperhitungkan oleh konsultan, bukan dari Dinas Pariwisata Kota Batu. 

Meskipun di dalam pengerjaan proyek, konsultan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kota Batu.

"Wajar tidaknya nilai pembangunan, itu berdasarkan DED yang dibuat. Hal terpenting, nilai perencanaan itu dilaksanakan tanpa boleh ada yang dikurangi," ungkapnya.

Program renovasi gapura ternyata tidak hanya di Kelurahan Sisir saja. Arief mengatakan ada sejumlah program serupa di Kota Batu. Hanya saja ia tidak menjelaskan tempat dan jumlahnya lebih pasti.

"Ada di beberapa tempat lain, antara dua atau tiga gapura," tandas dia. (Doi Nuri)

Editor: Redaksi 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Setelah Didatangi Kadisparta Batu, Pernyataan Ketua RW Terkait Gapura Berubah

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT