Jumat, 20 Mei 2022
Peristiwa Nasional

Sulit Dapat Subsidi Pupuk, Petani Jember Pakai Pupuk Tak Bermerek

profile
Rochul

28 Maret 2022 10:48

199 dilihat
Sulit Dapat Subsidi Pupuk, Petani Jember Pakai Pupuk Tak Bermerek
Petani saat lakukan panen. (Suara Jatim Post)

JEMBER - Kondisi pupuk subsidi untuk saat ini langka dan terbatas, sejumlah petani di wilayah Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari memakai pupuk tak bermerek saat memasuki masa tanam.

Mengakui langkah yang dilakukan kurang tepat. Namun berdalih karena terpaksa. Upaya untuk pemupukan itu tetap dilakukan.

Namun saat masa panen akhir Bulan Maret ini. Diakui para petani, hasil panen pertanian padi dirasakan baik.

Seperti yang diungkapkan salah seorang petani Sugianto. Dirinya mengakui menggunakan pupuk tak bermerek. Namun upaya nya itu diakui membuahkan hasil.


"Sebenarnya bukan tidak bermerek, ada namanya. Kalau tidak salah Union-16. Itu pupuk setahu saya ada izinnya tapi mati. Ya anggap belum bermerek. Tapi beruntung saya bisa memupuk saat masa tanam Desember 2021 kemarin. Karena Alhamdulillah hasil tani padi saya baik dan berlimpah," kata Sugianto, Minggu,(27/3/2022).

Untuk pemupukan yang dilakukan, kata Sugianto, karena saat masa tanam itu. Pupuk subsidi dirasakan langka. 

"Sehingga saya tahu ada pupuk yang memang hasil kreasi dari Pak Kades (Bangsalsari). Ya saya pakai itu. Lahan saya seluas 1 hektare saya pupuk pakai Union-16. Apalagi saat itu pupuk subsidi langka, dan pupuk non subsidi harganya sampai 4 kali lipat," katanya.

Untuk pupuk tak bermerek yang dipakai di lahannya itu, lanjut Sugianto, memang tidak dipakai banyak petani.

"Hanya kalangan sendiri. Ya karena memang kan izinnya mati. Jadi tidak ingin lah melanggar aturan setahu saya gitu. Jadi dipakai hanya beberapa petani, bisa dibilang dipakai kalangan sendiri," jelasnya.

"Untuk belinya pupuk itu juga murah. Bukan beli sih, tapi mengganti biaya produksi. Daripada pupuk non subsidi yang mahal. Tapi ya Alhamdulillah pupuknya (tak bermerek) asli dan memang hasil panen padi saya melimpah," sambungnya.

Dengan kondisi menggunakan pupuk tak bermerek itu, Sugianto menambahkan, diharapkan kondisi langkanya pupuk subsidi ataupun persoalan selisih harga pupuk non subsidi yang dinilai mahal. Mendapat solusi yang baik.

"Kami ya terpaksa pakai pupuk tidak bermerek itu. Karena kondisi ini. Sehingga saya berharap, soal pupuk ini ada solusi yang baik. Kalau memang langka, langka yang bagaimana. Tolong dibantu pemerintah ada solusinya," ujar Sugianto.

"Biasanya dulu kami menggunakan pupuk Urea, Phonska, cuma karena adanya keterlambatan pupuk bersubsidi dan langka itu. Ya terpaksa kami mencari alternatif lain, yang kebetulan itu ada pupuk organik. Union-16 itu," imbuhnya.

Terkait penggunaan pupuk tak bermerek itu, Sugianto menambahkan, diakui juga lebih sedikit.

"Yang kita pakai pupuk itu kurang lebihnya 1 kwintal. Kalau pakai pupuk urea biasa, bisa kisaran 2-3 kwintal. Tapi pupuk ini (Union-16) kita campur dengan pupuk subsidi. Dengan hasilnya (panen), pupuk ini bukan palsu, karena hasilnya melimpah. Kalau palsu tanam padi keluarnya jagung," 

Hal senada juga disampaikan petani lainnya Asmuni. Dirinya juga terpaksa memakai pupuk tak bermerek, tapi mengakui mendapat hasil panen yang baik.

"Memang sangat membantu petani terkait adanya pupuk Union ini. Kemudian manfaat kedua, hasilnya panen kualitasnya bagus. Dan itu sudah saya aplikasikan ke tanaman padi dan gubis di tempat saya (Dusun) Kedungsuko," kata Asmuni saat dikonfirmasi terpisah. 

Menurutnya, pupuk tak bermerek itu dianggap sebagai solusi. Terkait persoalan pupuk subsidi dan non subsidi yang terjadi saat ini.

"Selain pak Sugianto dan saya, ada teman-teman petani lain yang pakai. Kurang lebih luas lahan 4 hektare yang pakai Union-16 itu. Ini menurut saya solusi terkait persoalan pupuk," katanya.

"Apalagi di tengah kelangkaan pupuk subsidi ataupun non subsidi yang harganya 4x lipat dengan pupuk subsidi," terangnya.(Lum)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Sulit Dapat Subsidi Pupuk, Petani Jember Pakai Pupuk Tak Bermerek

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT