Senin, 27 Juni 2022
Peristiwa Nasional

Tiga Lokasi Rekonstruksi Laka Bus PO Ardiansyah di KM 712 400A, Begini Hasilnya

profile
Andy

02 Juni 2022 19:02

289 dilihat
Tiga Lokasi Rekonstruksi Laka Bus PO Ardiansyah di KM 712 400A, Begini Hasilnya
Kernet yang juga tersangka, Ade Firmansyah (29) saat memperagakan posisi ia terlempar dan berada di tengah jalan tol. (SJP)

MOJOKERTO - Rekonstruksi kecelakaan tunggal Bus PO Ardiansyah bernopol S 7322 UW yang menewaskan 16 korban meninggal dunia, digelar di tiga lokasi, Kamis (2/6/2022) sekitar pukul 11.00 WIB.

Lokasi pertama bertempat di parkir gerbang tol Penompo yang diibaratkan pemberangkatan robongan wisatawan Benowo.

Sedangkan lokasi kedua, di pinggir jalan tol yang digambarkan sebagai Lokasi kedua yaitu di Rest Area Km 575 Tol Trans Jawa, Saradan, Ngawi.

Terakhir, lokasi ketiga yakni KM 712.400 A tepat di lokasi kejadian laka maut tersebut.

Rekonstruksi ini melibatkan sejumlah pihak, antara lain Satlantas Polres Mojokerto Kota, Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto, pengacara tersangka.

Tak hanya itu, Satlantas juga menghadirkan tersangka Ade Firmansyah (29), sopir bus Ahmad Ari Ardiyanto (31).

Beberapa adegan yang diperagakan, mulai dari bagaimana penumpang masuk, posisi sopir dan kernet saat bus berangkat pertama kali.

Serta penyebutan tempat duduk masing-masing korban, baik yang meninggal dunia hingga luka berat.

Selanjutnya, pada lokasi kedua ada beberapa reka adegan, yakni bus masuk ke rest area untuk istirahat, salat, dan makan (Ishoma).

Pada saat inilah, pengemudi Ahmad Ari Ardiyanto masuk ke dalam bagasi belakang mobil untuk beristirahat sejenak.

Hingga tanpa sepengatahuannya, Ade Firmasyah yang sejatinya seorang kernet dan tidak mempunyai SIM tanpa izin langsung mengendarai bus nahas tersebut. 

Pada lokasi ketiga inilah, tepatnya di lokasi kejadian itu Ade Firmasyah memperagakan posisinya yang terpental keluar dari kaca mobil sekitar 2 hingga 3 meter dengan posisi telentang di tengah jalan tol.

Kernet, Ade Firmansyah memperagakan saat mengemudikan Bus PO Ardiansyah

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kasi Pidum Kejari) Kota Mojokerto, Ferdi Ferdian Dwirantama, menyampaikan rekontruksi laka tunggal ini bertujuan untuk memperkuat fakta lapangan serta memastikan semua keterangan tersangka.

“Kami menghadirkan sopir asli, kernet yang juga tersangka dan saksi dari korban. Ada tiga lokasi, dan beberapa reka adegan dalam konstruksi kali ini. Tiga lokasi itu dimulai dari lokasi pemberangkatan, rest area dan tempat kejadian perkara,” ungkap Ferdi ketika diwawancarai awak media.

Ferdi mengatakan, tidak ada fakta baru yang ditemukan dalam rekonstruksi tersebut. Seluruh fakta yang diperagakan tersangka sudah sesuai dengan berkas perkara.

Rencana pelimpahan berkas perkara tersebut akan dilakukan setelah bekas perkara dinyatakan lengkap, yang selanjutnya dilakukan proses penuntutan.

Setali tiga uang, Kasat Lantas Polresta Mojokerto, AKP Heru Budi Santoso membenarkan, bahwa ada tiga lokasi yang digunakan dalam rekontruksi tersebut.

“Dari Benowo, Rest Area Ngawi dimana kemudi diambil alih kernet dan melanjutkan perjalanan ke Surabaya hingga TKP kecelakaan. Pada KM 712 400 A inilah, Bus menabrak tiang VMS di sisi kiri jalan sehingga mengakibatkan 16 penumpang meninggal dunia,” ujarnya

"Tersangka Ade, kami jerat dengan pasal 311 ayat (5) subsider pasal 310 ayat (4) UU RI nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kami terapkan pasal itu karena dia capek, lelah, mengantuk tapi tetap memaksakan diri mengemudikan kendaraan. Untuk ancaman hukumannya, pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda Rp 24 juta," ungkap Heru ketika diwawancarai awak media saat reonstruksi. (Andy)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Tiga Lokasi Rekonstruksi Laka Bus PO Ardiansyah di KM 712 400A, Begini Hasilnya

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT