Minggu, 22 Mei 2022
Peristiwa Nasional

Warga Puger Wadul DPRD Jember, CSR Imasco Asiatic Dinilai Tak Sampai Ke Warga

profile
Rochul

23 Maret 2022 16:24

433 dilihat
Warga Puger Wadul DPRD Jember, CSR Imasco Asiatic Dinilai Tak Sampai Ke Warga
Hearing Terkait CSR Imasco Asiatic. (Suara Jatim Post)

JEMBER - Sebanyak 4 perwakilan warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, wadul ke DPRD Jember untuk meminta bantuan soal perhatian CSR dari PT. Semen Imasco Asiatic.

Pasalnya menurut warga setempat, sejak pabrik semen itu berdiri sekitar Mei 2020 lalu. 


PT. Semen Imasco Asiatic tidak pernah memberikan perhatian kepada warga sekitar soal CSR.

Terkait persoalan itu, sejumlah warga meminta bantuan DPRD Jember untuk membantu memediasi agar harapan soal CSR diperhatikan dan jelas.

Namun sejumlah warga itu dibuat kecewa, karena saat dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) di Ruang Lantai Tiga DPRD Jember. Tidak dihadiri oleh unsur pimpinan dari gabungan Komisi B, C, dan D. 

Akhirnya rapat pun ditunda, dan para perwakilan warga kecewa dengan tidak terlaksananya RDP seperti yang diharapkan.


"Sebenarnya rapat pembahasan ini mengenai persoalan CSR dan ketenagakerjaan. Tapi para (unsur) pimpinan tidak hadir. Juga dari pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak hadir. Akhirnya pertemuan ditunda untuk sementara ini. Kita kecewa jauh-jauh ini. Karena kan yang mengundang kan dari Dewan. Tapi malah yang ngundang tidak hadir," kata Ketua kelompok masyarakat (Pokmas) Gotong Royong, Desa Puger Wetan Muhammad Jufri Saladin, saat dikonfirmasi di DPRD Jember, Rabu (23/3/2022).

Dalam rapat itu, diketahui Unsur Pimpinan Komisi B, C, dan D DPRD Jember tidak tampak hadir. Bahkan untuk Komisi C, kata Jufri, sama sekali tidak ada perwakilan dari anggota.

"Hanya dihadiri anggota Komisi B dan D," sambungnya.

Menurut Jufri, pihaknya berharap dengan adanya rapat dan bentuk wadulnya ke DPRD Jember mendapat perhatian dan hal ini lekas mengurai permasalahan ini. 

"Karena ya itu, terkait persoalan CSR ini. Ya masyarakat sangat membutuhkan CSR ini. Apapun itu (bentuknya) terserah dari PT. Imasco,"terangya.

Warga desa setempat membutuhkan CSR tersebut, katanya, karena selama pabrik semen itu berada di sana. Dampak dari proses produksi semen selalu dirasakan jelas setiap hari.

"Apalagi soal polusi dari proses pabrik semen itu. Yang dikhawatirkan mengganggu kesehatan masyarakat. Sementara warga kami itu, sama sekali tidak pernah mendapat CSR. Sehingga dengan adanya rapat (di DPRD) dan kami datang ke sini itu. Memohon adanya perhatian, yang kami nilai PT. Imasco tidak pernah memberikan CSR ini," ujarnya.

Menurut Jufri, adanya perhatian soal CSR dari sebuah perusahaan yang berdiri dan berada di lingkungan masyarakat. Memiliki aturan jelas, untuk memberikan perhatian CSR.

"Sesuai dengan peraturan perundang-undangan Pasal 108 dan UU Pasal 74. Itu sudah diatur jelas kok. Tapi sejak Imasco berdiri ini, tidak pernah ada CSR itu. Padahal perusahaan ini, adalah permanen tidak kontemporer," tegasnya.

Kata Jufri, sesungguhnya masyarakat senang dengan adanya pabrik semen ini. 

"Karena diharapkan bisa menyerap dan membuka lapangan kerja baru bagi warga. Tapi sampai sekarang, hanya 10 orang warga sekitar yang dipekerjakan di Imasco itu. Padahal banyak yang menganggur warga sekitarnya ini. Jadi dibutuhkan adanya perhatian terhadap warga dari Imasco ini," tandasnya.

Terpisah menurut Perwakilan dan Legal dari PT. Semen Imasco Asiatic Fendik, perusahaan tempatnya bekerja sudah memberikan perhatian CSR kepada warga sekitar pabrik. Khususnya di wilayah Desa Puger Wetan.

Namun karena RDP ditunda, pihaknya enggan memberikan keterangan jelas dan konkret soal CSR yang sudah diberikan.

"Nanti kita sampaikan di pertemuan berikutnya, yang jelas kami Imasco memberikan CSR itu. Kita ada data dan informasi lengkap. Tapi nanti saya sampaikan di pertemuan berikutnya," ucap Fendik.

Sementara itu, menurut Anggota Komisi D DPRD Jember Mujiburahman Sucipto. Dengan ditundanya RDP dengan ketidakhadiran unsur pimpinan dari komisi, juga membuatnya kecewa.

"Kita kecewa karena hanya poin-poin saja yang bisa disampaikan. Tapi tidak ada solusi (dari rapat yang dilakukan ini). Karena unsur pimpinan tidak hadir. Ke depan harus lengkap lah para unsur pimpinan ini," ungkapnya.

Menurutnya, dengan adanya RDP itu. Merupakan upaya perhatian wakil rakyat terhadap keluhan yang dirasakan masyarakat khususnya di Jember.

"Karena apa yang kami lakukan ini sifatnya urgent (penting, red). Kami juga sudah cukup lama menunggu adanya pertemuan ini. Tapi giliran ada. Malah tidak dihadiri unsur pimpinan dan rapat ditunda," kata legislator dari Golkar ini.(Lum)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Warga Puger Wadul DPRD Jember, CSR Imasco Asiatic Dinilai Tak Sampai Ke Warga

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT