Rabu, 17 Agustus 2022
Politik

Bacalon Kades Pesanggrahan Gagal Lolos Menjadi Calon Kades, Simpatisan Berang

profile
Doi

02 Agustus 2022 16:44

413 dilihat
Bacalon Kades Pesanggrahan Gagal Lolos Menjadi Calon Kades, Simpatisan Berang
Ratusan Warga Pesangrahan Protes Penetapan Bacalon Kades Tak Transparan. (SJP)

KOTA BATU – Proses penjaringan calon kepala desa (Cakade) di Desa Pesanggrahan memanas. Pasalnya, simpatisan dari bakal calon (Bacalon) yang tidak lolos menjadi calon, mempertanyakan kredibilitas panitia pemilihan.

Masyarakat yang melakukan protes, menduga penetapan bakal calon kepala desa tidak terbuka. Pasalnya, dari sembilan calon ditetapkan menjadi lima orang bakal calon. 

Salah satu masyarakat yang menyatakan kekecewaannya, Muslimin, mengatakan jika lima bakal calon tersebut didominasi dari perangkat desa.

"Kami menduga, ada permainan di balik penetapan bakal calon pilkades itu. Dari 9 bakal calon, setelah tahapan verifikasi, masih dilakukan tahapan lagi yakni pemeringkatan bakal calon itu ditetapkan 5 calon peserta Pilkades," kata Muslimin.

Muslimin menegaskan, sebenarnya pihaknya tidak mempermasalahkan hal tersebut. "Kami tidak mempermasalahkan terkait teknis penetapan calonnya. Namun saat penetapan bakal calon yang diundang hanya lima orang bakal calon, dan empat bakal calon itu tidak ada pemberitahuan," jelas Muslimin.

Dicontohkannya, jika panitia transparan dengan hasil tes para bacakades, seharusnya dibacakan atau diberitahukan itu secara terbuka.

"Sebelum penetapan bacakades, pihak ketua panitia juga sempat memutuskan untuk mengundurkan diri secara lisan di depan rapat desa, namun saat pengumuman bacakades malah hadir dan menyaksikannya," keluhnya.

Masyarakat, lanjut Muslimin, merasa kecewa dengan proses Pilkades yang ada di Pesangrahan.

"Jika memang ada aturan perwali terkait calon lebih dari lima, ada kriteria mengabdi di pemerintahan, yang jelas calon diluar pemerintahan tidak akan bisa mendaftar," tukas dia kecewa.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Desa Pesangrahan, Faishol El Rijal, mengatakan jika apa yang disampaikan warga terkait tidak adanya keterbukaan dan ketidak transparan pihaknya menilai itu salah.

"Kami sudah jauh-hari hari mensosialisasikan tahapan dan saat pendaftaran baca kades sudah diberikan informasi tersebut dan sudah paham," jelasnya.

Selain itu, Faishol menegaskan, bahwa pihaknya sudah menjalankan amanah sebagai panitia Pilkades sesuai dengan regulasi Permendagri  No 112 Tahun 2014 tentang pemilihan kepala desa dan sesuai Perwali No 32 Tahun 2016.

Ditanya mengenai tidak adanya undangan bagi para calon yang mendaftarkan disaat pengumuman setelah tes oleh Panitia Kota Batu, disampaikan bahwa pihaknya memang sengaja tidak mengundang .

"Alasan kami tidak mengundang, lebih pada menjaga perasaan dan meminimalisir massa yang bergerombol . Tapi hasilnya sudah kita bacakan kepada seluruh yang hadir," pungkas dia.

Sebagai informasi, warga memasang benner putih dan melakukan sikap keprihatinan terhadap panitia Pilkades.

Sikap tersebut ditunjukkan dengan tanda tangan mosi tidak percaya terhadap panitia, menganggap tidak ada transparasi dan tidak ada keterbukaan saat pengumuman hasil tes bakal calon kepala desa beberapa waktu lalu. (Doi Nuri)

Editor: Redaksi 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Bacalon Kades Pesanggrahan Gagal Lolos Menjadi Calon Kades, Simpatisan Berang

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT