Rabu, 17 Agustus 2022
Politik

Terindikasi Tak Netral Bendahara Desa Ajung Jember Dilaporkan Bawaslu

profile
Admin

28 Oktober 2020 18:32

233 dilihat
Terindikasi Tak Netral Bendahara Desa Ajung Jember Dilaporkan Bawaslu
Ilustrasi Bawaslu Kabupaten Jember

JEMBER - Bendahara Desa Ajung dilaporkan ke Bawaslu Kabupaten Jember lantaran diduga terindikasi mendukung pasangan calon (paslon) kepala daerah tertentu.

Tim Advokasi Hukum Paslon Salam - Ifan Anasrul mengungkapkan, bendahara desa ini terpergok mengirimkan foto, video, dan percakapan melalui pesan singkat whatsapp yang mengarahkan dukungan ke paslon tertentu.

"Iya, benar sekali. Kami akan melaporkan perangkat Desa Ajung ke Bawaslu, karena sudah condong memihak salah satu calon, ada bukti bukti ketidaknetralan perangkat desa tersebut, di antaranya foto, video dan percakapan via whatsaapp," ujar Anasrul saat dikonfirmasi pada Rabu (28/10/2020).

Menurut Anasrul, apa yang dilakukan oleh Bendahara Desa Ajung tersebut, sangat kuat indikasinya dalam melakukan pelanggaran pemilu sesuai UU nomor 10 tahun 2016.

"Seorang ASN, perangkat desa, TNI dan Polri harus netral dalam pilkada, dan tidak menjadi tim atau mendukung paslon tertentu dalam Pilkada maupun pilihan yang lain, hal ini sesuai UU nomor 10 tahun 2016 tentang netralias ASN, Perangkat Desa dan TNI-Polri," tegasnya.

Terpisah Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Paslon nomor 3 Tri Zainul menyatakan, awalnya timnya akan memasang banner di Dusun Klanceng, Desa Ajung, pada 21 Oktober lalu. Seperti pada umumnya, disekitar lokasi kegiatan, tim pendukung paslon dan relawan, akan meramaikan atribut paslon di lokasi acara tersebut.

Namun pada saat relawan paslon nomor 3 memasang bendera, umbul - umbul dan banner atribut calonnya, tiba - tiba salah satu pendukung paslon nomor urut 2,ikut memasang banner di sekitar lokasi kegiatan acara yang akan di gelar. Akibatnya, banner milik paslon nomor urut 2, oleh pendukung nomor urut 3 dipinggirkan lebih dulu dengan dihadapkan di rumah warga.

"Karena memang sebelumnya tidak ada banner milik paslon, namun ketika kami mau menggelar acara, kok tiba - tiba ikut pasang banner, ini kan namanya gak beretika," ungkapnya.

Inung atau (panggilan akrab Tri Zaeinul), akhirnya menghadapkan banner milik paslon nomor urut 2 tersebut ke arah rumah warga dan akan dikembalikan menghadap ke jalan setelah acara paslon nomor urut 3 selesai.

"Usai acara kami sempat kecapekan, dan berencana malam hari mau kita pasang kembali banner milik calon lain tersebut, namun sore hari, saya ditegur oleh salah satu perangkat desa, agar segera memasang banner milik calon tersebut, karena ada kesalahpahaman, situasi memang kurang bersahabat (memanas), sehingga saya melaporkan kejadian ini ke tim pemenangan calon kami," ucap Inung.

Sementara Bendahara Desa Ajung Hariri mengatakan, dirinya saat itu bermaksud hanya menengahi para pemuda dan tidak membela salah satu calon bupati yang dipermasalahkan.

"Perangkat desa itu harus netral, dan kedatangan saya waktu itu hanya untuk menengahi para pemuda saja kok, gak ada maksud lain," pungkasnya. (Ema Wasta)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Terindikasi Tak Netral Bendahara Desa Ajung Jember Dilaporkan Bawaslu

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT