default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Izin Usahanya Ditolak, Owner Cafe The Biddhang Bakal Temui Bupati Pamekasan

Izin Usahanya Ditolak, Owner Cafe The Biddhang Bakal Temui Bupati Pamekasan
Peristiwa Daerah
Owner Cafe The Biddhang mengajukan permohonan sewa tempat dijadikan lahan berbisnis ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pamekasan.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

PAMEKASAN - Owner Cafe The Biddhang mengajukan permohonan sewa tempat dijadikan lahan berbisnis ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pamekasan.

Niat hati, ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor UMKM seperti halnya yang diharapkan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Namun sayang, Plt Dinas PUPR Pamekasan Cahya Wibawa menolak mentah-mentah surat izin sewa tempat uhasa di atas saluran tepi jalan, yang berada di Jalan Bonorogo, Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.

Penolakan tersebut disampaikan dalam surat resmi Dinas PUPR yang dikirim kepada Owner Cafe The Biddhang, Moh Jailani.

Plt Kepala Dinas PUPR Pamekasan mengacu pada "undang-undang No. 38 THN. 2004 tentang jalan antara lain; pertama, pasal 11: (1) bagian-bagian jalan meliputi ruang manfaat jalan, ruang milik jalan, dan ruang pengawasan jalan. Kedua, ruang manfaat jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi badan jalan, saluran tepi jalan, dan ambang pengamanannya. Serta pasal 12: (1) setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan tergangu fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan.

Dinas PUPR Kabupaten Pamekasan tidak memberikan izin atau rekomendasi untuk mendirikan bangunan/cafe di atas saluran tepi jalan karena merupakan ruang manfaat untuk jalan, untuk itu yang sudah berdiri harap dibongkar," tulisnya.

Moh Jailani menilai ada tebang pilih dan tidak fair. Sebab, yang diperlakukan seperti itu hanya dirinya, sementara pengusaha lain di perkotaan dibiarkan membuka usahanya di atas kali dan trotoar.

"Tidak fair ini, karena diperkotaan Pamekasan banyak. Kenapa mereka tidak mendapatkan perlakuan yang sama seperti saya," sesalnya.

Jem, sapaan akrab Moh Jailani mengatakan, bahwa dilayangkannya surat pemberitahuan dan permohonan kepada Dinas PUPR merupakan itikad baiknya. Namun pihak dinas asal mengambil keputusan.

"Namun ternyata surat yang kami layangkan tersebut malah mendapatkan penolakan yang menurut saya tidak fair sesuai yang saya katakan tadi," ungkapnya.

Jem berjanji bakal menemui orang nomor satu di bumi gerbang salam salam rangka menagih janjinya sewaktu mengisi kegiatan Meetup Millenials Preneurs di Mandhepa Agung Ronggosukowati, Sabtu (21/12/2019) lalu.

"Jungkir balik untuk berwirausaha itu wajib, salah satu tujuannya untuk menghasilkan UMKM yang baik di masa yang akan datang," kata Jem, menurukan bahasa Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.


Kontributor : Faisol Jalaludin
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar